![]() |
| PKBM Tunas Muda menggelar Workshop penyusunan KSP, Minggu (28/6/2026) |
Kabarpendidikan.net -- Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Tunas Muda menggelar kegiatan workshop Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) untuk tahun ajaran 2026/2027. Langkah ini dilakukan untuk mendorong kualitas pembelajaran, kesesuaian dengan kebutuhan warga belajar, serta pemenuhan standar pendidikan nasional.
Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat PKBM Tunas Muda, Minggu (28/6/2026). Pengawas Pendidikan Sinjai, Firman, S.Pd.,M.Pd hadir sebagai narasumber dan diikuti 25 orang peserta.
Ketua PKBM Tunas Muda, Drs. Abdul Rahman, MM mengatakan, penyusunan KSP) untuk tahun ajaran 2026/2027 adalah momen krusial bagi sebuah institusi pendidikan non-formal. Oleh karena itu, dia merumuskam sejumlah harapan atas kegiatan ini.
Pertama, workshop tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban administratif, tetapi menghasilkan kurikulum yang relevan dengan karakteristik warga belajar PKBM. KSP yang disusun harus fleksibel dan adaptif, mengingat warga belajar pendidikan kesetaraan (Paket A, B, dan C) memiliki latar belakang usia, profesi, dan waktu luang yang beragam.
Kedua, pendidikan di PKBM memiliki tanggung jawab besar untuk membekali lulusannya agar mandiri. Harapannya, tim penyusun KSP dapat mengintegrasikan program kecakapan hidup (life skills) dan kewirausahaan yang sesuai dengan potensi lokal daerah pada tahun ajaran 2026/2027, sehingga lulusan tidak hanya mendapat ijazah, tetapi juga keterampilan siap kerja.
Ketiga, dia berharap workshop ini menjadi wadah konsolidasi bagi seluruh pendidik (tutor) dan tenaga kependidikan. Sehingga, dengan menyusun KSP bersama-sama, diharapkan muncul penyamaan visi dan misi pembelajaran untuk satu tahun ke depan.
Lalu, Ide-ide kreatif terkait metode pembelajaran inovatif (misalnya, blended learning atau pembelajaran berbasis proyek). "Dan, rasa memiliki (sense of belonging) terhadap kurikulum yang akan dijalankan," harapnya.
Keempat, pihaknya juga berharap workshop ini memuat desain Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang membumi, sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka. Harapannya, nilai-nilai seperti gotong royong, kemandirian, dan nalar kritis dapat dirancang dalam bentuk kegiatan nyata yang berdampak langsung pada lingkungan sekitar warga belajar.
Kelima, dari sisi kelembagaan, KSP adalah "roh" sekaligus dokumen vital. Sehingga diharapkan tersusunnya dokumen KSP yang valid, terstruktur rapi, dan disahkan oleh Dinas Pendidikan setempat.
"KSP yang bermutu tinggi akan sangat mempermudah PKBM Tunas Muda dalam menghadapi proses akreditasi dan pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP)," kuncinya. (tia)
