
SDN 24 Biringere menggelar kegiatan Workhsop Benahi Literasi dan Numerasi melalui Pembelajaran dan Asesment, Jumat, (19/6/2026)
Kabarpendidikan.net -- SDN 24 Biringere menggelar kegiatan Workhsop Benahi Literasi dan Numerasi Melalui Pembelajaran dan Asesment. Berlangsung di SDN 24 Biringere pada hari Jumat, 19 Juni 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh Pendamping Satuan Pendidikan, Kamaluddin selaku narasumber dàn diikuti oleh semua guru dan tenaga kependidikan di SDN.24 Biringere.
Kepala SDN 24 Biringere, Faridah Latif, S.Pd menjelaskan, tujuan dasar dari kegiatan ini bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan upaya transformatif pada tiga aspek utama.
Pertama, meningkatkan kompetensi pedagogik pendidik. Mulai dari aparatur pembelajaran dengan mengubah pola pikir guru agar tidak lagi melihat literasi hanya sebagai mata pelajaran Bahasa Indonesia dan numerasi sebagai Matematika.
"Kemudian, strategi integratif dengan melatih guru untuk mampu mengintegrasikan kemampuan berpikir kritis (literasi) dan kemampuan memecahkan masalah praktis berbasis data/angka (numerasi) ke dalam semua mata pelajaran," bebernya.
Kedua, menyelaraskan pembelajaran dan asesmen (Alignment). Seperti, asesmen Formatif dengan membimbing guru agar mampu menyusun instrumen asesmen awal (diagnostik) untuk memetakan kemampuan riil siswa.
Lalu, pembelajaran sesuai kemampuan dengan nemastikan hasil asesmen tersebut digunakan untuk merancang pembelajaran yang terdiferensiasi (Teaching at the Right Level/TaRL), sehingga intervensi "Benahi" tepat sasaran.
Ketiga, optimalisasi pemanfaatan rapor pendidikan. Yakni, membantu satuan pendidikan membaca data, menganalisis akar masalah (akar masalah rendahnya nilai literasi/numerasi), dan merumuskan program pembenahan yang konkret dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).
Dia pun berharap, workahop ini dapat mewujudkan perubahan budaya belajar di kelas. Seperti, dari menghafal ke menalar dan lingkungan kaya teks.
Selain itu juga diharapkan lahirnya produk dokumen modul ajar dan sesmen yang otentik. "Setiap guru/kelompok musyawarah guru (MGMP/KKG) pulang membawa Modul Ajar dan Bank Soal Literasi-Numerasi yang siap diimplementasikan, bukan hasil copy-paste," harapnya.
Bukan hanya, harapan lainnnya adalah meningkatnya mutu berkelanjutan. Adanya komitmen bersama dari Kepala Sekolah dan Pengawas untuk melakukan supervisi akademik yang suportif.
"Dampak Akhir, Terjadinya lompatan visual pada grafik rapor pendidikan di tahun berikutnya, di mana persentase siswa dengan kemampuan literasi dan numerasi "Mahir" dan "Cakap" mengalami peningkatan yang signifikan," kuncinya. (ela)