Kabarpendidikan.net – UPTD SMPN 13 Sinjai menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru melalui program SAHABAT (Strategi Asesmen Hasil Belajar Akurat dan Terintegrasi) yang berlangsung pada Sabtu 13– Minggu 14 Juni 2026, di Cafe Double H, Jalan KH Ahmad Dahlan, Biringere, Kecamatan Sinjai Utara.
Kegiatan yang diikuti seluruh guru dari berbagai mata pelajaran tersebut bertujuan meningkatkan kualitas asesmen pembelajaran agar lebih akurat, berkeadilan, dan terintegrasi sesuai dengan implementasi Kurikulum Merdeka.
Kepala UPTD SMPN 13 Sinjai, Hastuti, selaku penanggung jawab kegiatan menjelaskan bahwa workshop ini menjadi upaya sekolah untuk memperkuat kapasitas guru dalam merancang dan melaksanakan asesmen yang mampu menggambarkan perkembangan belajar peserta didik secara menyeluruh.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan materi dari narasumber Salman, dengan pendampingan dan supervisi oleh Pendamping Satuan Pendidikan, Muhammad Ridwan, Kegiatan difokuskan pada pemahaman konsep SAHABAT yang mencakup tiga tahapan asesmen, yakni asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif yang dilaksanakan secara terintegrasi.
Selain itu, para guru dibekali keterampilan menyusun instrumen asesmen yang valid dan selaras dengan Tujuan Pembelajaran (TP) serta Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dalam Kurikulum Merdeka. Peserta juga mendapatkan penguatan mengenai penerapan asesmen yang berkeadilan dengan menyesuaikan kebutuhan belajar siswa yang beragam.
Pemanfaatan teknologi pembelajaran turut menjadi bagian penting dalam workshop ini. Guru didorong menggunakan berbagai perangkat digital untuk mendukung pelaksanaan asesmen yang lebih akurat sekaligus mempercepat proses analisis hasil belajar siswa.
Melalui kegiatan yang didanai dari Dana BOS UPTD SMPN 13 Sinjai pada program Peningkatan Kompetensi Guru tersebut, sekolah berharap para guru semakin percaya diri dalam menyusun berbagai bentuk asesmen, tidak hanya pada penilaian akhir, tetapi juga asesmen harian yang selaras dengan tujuan pembelajaran.
Dampak positif workshop ini diharapkan tidak hanya dirasakan oleh guru, tetapi juga oleh siswa melalui pemberian umpan balik yang lebih jelas dan cepat sehingga proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.
Dalam jangka panjang, UPTD SMPN 13 Sinjai menargetkan terbentuknya budaya asesmen yang akurat dan terintegrasi, di mana data hasil belajar dimanfaatkan sebagai dasar perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan. Dengan meningkatnya kompetensi guru, kualitas pembelajaran diharapkan semakin baik dan berdampak pada peningkatan mutu lulusan sekolah.
"Guru mahir menilai, siswa jadi paham, sekolah makin maju" menjadi semangat yang diusung dalam pelaksanaan Workshop SAHABAT tersebut. (azhar)
