Jemput Bola, Disdik Gandeng BKAD Sinjai Tertibkan Administrasi Aset Sekolah di Sinjai Borong
kabarpendidikan.net – Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai terus memperkuat tata kelola administrasi aset sekolah melalui pendekatan jemput bola. Bersama Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sinjai, kegiatan sosialisasi dan rekonsiliasi aset digelar di SD Negeri 118 Samaenre, Desa Biji Nangka, Kecamatan Sinjai Borong. Kamis (16/7/26).
Kegiatan tersebut mengusung dua agenda utama, yakni Sosialisasi Fitur Baru Aplikasi SIAP BOS yang telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Barang Milik Daerah (SIMBAKDA) serta Rekonsiliasi Semester I Aset Barang Milik Daerah Tahun 2026.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pengurus Barang Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Zulkarnain bersama tim, serta Perwakilan Bidang Aset BKAD Kabupaten Sinjai, Herianto. Kegiatan diikuti oleh seluruh Pengurus Barang Pembantu dari satuan pendidikan di Kecamatan Sinjai Borong.
Melalui sosialisasi tersebut, para pengelola barang diberikan pemahaman mengenai fitur terbaru pada aplikasi SIAP BOS yang kini terhubung dengan SIMBAKDA. Integrasi kedua sistem ini diharapkan mampu mempermudah pencatatan, pelaporan, dan pengelolaan aset sekolah secara lebih akurat, efisien, dan akuntabel.
Sementara itu, rekonsiliasi Semester I Aset Barang Milik Daerah Tahun 2026 dilakukan untuk memastikan kesesuaian data aset antara satuan pendidikan dengan data yang tercatat pada pemerintah daerah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas penatausahaan aset serta mendukung tertib administrasi di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai.
Pengurus Barang Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Zulkarnain, mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan secara langsung di kecamatan merupakan bentuk komitmen Dinas Pendidikan dalam memberikan pendampingan kepada sekolah agar pengelolaan aset berjalan sesuai ketentuan.
"Kami ingin memastikan seluruh pengurus barang di sekolah memahami tata cara pengelolaan aset yang benar, termasuk penggunaan aplikasi yang telah terintegrasi. Melalui kegiatan jemput bola seperti ini, berbagai kendala yang dihadapi sekolah dapat didiskusikan dan diselesaikan bersama sehingga administrasi aset menjadi semakin tertib, akurat, dan akuntabel," ujar Zulkarnain.
Ia berharap sinergi antara Dinas Pendidikan, BKAD, dan seluruh satuan pendidikan terus terjalin sehingga kualitas pengelolaan Barang Milik Daerah di lingkungan sekolah semakin baik dan mampu mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang transparan serta akuntabel. (Azhar)
