LKP Malebbi Cetak Perias Pengantin Profesional, Kadisdik: Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat
kabarpendidikan.net – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Malebbi kembali menggelar Uji Kompetensi Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) Tahap VI Tahun 2026 untuk bidang Tata Rias Pengantin Bugis Inovasi. Sebanyak 25 peserta mengikuti ujian yang berlangsung di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Malebbi, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Irwan Suaib, yang didampingi Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Muhammad Ridwan serta Penilik PAUD Haerianti. Pelaksanaan uji kompetensi juga dipantau secara daring melalui Zoom oleh Tim Monitoring Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Tata Rias Pengantin se-Indonesia, sebagai bagian dari proses penjaminan mutu dan standar pelaksanaan uji kompetensi.
Dalam sambutannya, Irwan Suaib menegaskan bahwa pendidikan nonformal memiliki kontribusi besar dalam mencetak sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, uji kompetensi menjadi tahapan penting untuk memastikan setiap peserta memiliki kemampuan yang telah terstandarisasi.
"Pendidikan nonformal memiliki peran yang sangat strategis dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten dan profesional. Sertifikat kompetensi bukan sekadar dokumen, tetapi bukti bahwa peserta memiliki kemampuan yang diakui dan siap bersaing di dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri," ujar Irwan.
Ia juga mengapresiasi perkembangan LKP Malebbi yang dinilai semakin mendapat kepercayaan masyarakat. Irwan mengaku mengikuti perjalanan lembaga tersebut sejak awal hingga kini mampu menunjukkan peningkatan jumlah peserta yang cukup signifikan.
"Saya masih ingat ketika uji kompetensi pertama kali dilaksanakan, jumlah pesertanya masih relatif sedikit. Hari ini pesertanya sudah mencapai 25 orang. Ini menandakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap LKP Malebbi semakin meningkat. Artinya, lembaga ini berhasil menjaga kualitas pelatihan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan keterampilan yang relevan," tambahnya.
Sementara itu, Kepala LKP Malebbi, Usriani, SKM, mengatakan bahwa pelaksanaan uji kompetensi merupakan tahapan akhir yang harus dilalui peserta setelah mengikuti proses pelatihan secara intensif. Menurutnya, kompetensi yang dimiliki peserta akan menjadi bekal penting untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha sendiri.
"Kami tidak hanya mengajarkan keterampilan merias pengantin, tetapi juga membekali peserta dengan standar kompetensi yang diakui secara nasional. Harapan kami, seluruh peserta dapat lulus uji kompetensi dan mampu menjadi perias pengantin yang profesional, berdaya saing, serta mampu membuka lapangan kerja di tengah masyarakat," kata Usriani.
Ia menambahkan, meningkatnya jumlah peserta setiap tahun menjadi motivasi bagi LKP Malebbi untuk terus meningkatkan kualitas layanan pelatihan, baik dari sisi kurikulum, fasilitas, maupun tenaga instruktur. Dukungan Pemerintah Kabupaten Sinjai, khususnya Dinas Pendidikan, dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan nonformal di daerah.
Pelaksanaan uji kompetensi berlangsung dengan tertib dan lancar. Para peserta mengikuti serangkaian penilaian praktik sesuai standar yang ditetapkan LSK Tata Rias Pengantin. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir tenaga kerja terampil yang mampu menjaga dan mengembangkan seni tata rias pengantin Bugis sekaligus meningkatkan daya saing sumber daya manusia di Kabupaten Sinjai. (Azhar)
