Permainan Tradisional Hidupkan Semangat Kebersamaan di HAN SMPN 6 Sinjai

Murid UPTD SMPN 6 Sinjai bermain congklak atau Galasyeng di Hari Anak Nasional, Jumat (24/7/2026) 

Kabarpendidikan.net
-- Suasana penuh keceriaan dan kebahagiaan menyelimuti UPTD SMPN 6 Sinjai dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang tahun ini mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan." 


Melalui tema tersebut, sekolah mengajak seluruh warga sekolah untuk menghadirkan lingkungan yang aman, ramah, dan menyenangkan bagi setiap murid, sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk tumbuh, bermain, dan berkembang secara optimal.


Kegiatan diawali dengan pelaksanaan upacara Hari Anak Nasional yang berlangsung khidmat. Seluruh murid, guru, dan tenaga kependidikan mengikuti upacara sebagai bentuk penghormatan terhadap hak-hak anak sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan sekolah yang berpihak kepada murid.


Dalam kesempatan tersebut, Plt. Kepala UPTD SMPN 6 Sinjai, Hadijah Hasyim, S.Pd mengajak seluruh warga sekolah untuk terus menumbuhkan budaya saling menyayangi, melindungi, dan mendampingi setiap anak agar dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.


Usai upacara, semangat Hari Anak Nasional semakin terasa melalui senam bersama yang diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh warga sekolah. Iringan musik yang ceria membuat halaman sekolah dipenuhi senyum, tawa, dan semangat kebersamaan.


Kemeriahan kemudian berlanjut melalui berbagai permainan tradisional dan permainan edukatif yang digelar menjadi daya tarik utama kegiatan. Mulai dari kelereng, enggrang, hulahoop, ular naga atau yang akrab dikenal masyarakat Sinjai sebagai Toko Dian, Congklak atau "Galasyeng" dalam bahasa Bugis, main bekel atau "Gurecceng" hingga main hadang. 


Seluruh permainan menghadirkan keceriaan sekaligus mengajarkan nilai kerja sama, sportivitas, ketangkasan, serta kebersamaan.


Permainan hadang berlangsung seru dengan strategi dan kekompakan setiap kelompok yang saling beradu untuk mencapai garis kemenangan. Sementara itu, main kelereng menguji ketepatan bidikan, fokus, dan strategi para murid saat berusaha mengenai sasaran dengan tembakan kelereng.


Di arena hulahoop, semangat para murid semakin membara saat mereka berlomba mempertahankan putaran hulahoop selama mungkin. Sementara itu, permainan ular naga atau Toko Dian menjadi salah satu yang paling meriah. 


Iringan lagu, tawa, dan sorak sorai memenuhi halaman sekolah ketika para murid membentuk barisan panjang dan bermain dengan penuh semangat, menghidupkan kembali permainan tradisional yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat.


Tak kalah menarik, permainan enggrang menjadi pusat perhatian seluruh peserta. Sorak-sorai terdengar setiap kali ada yang berhasil melangkah dengan mantap di atas sepasang bambu. Yang membuat suasana semakin hangat, para guru tidak hanya mendampingi, tetapi juga ikut merasakan keseruan permainan. 


Dengan penuh semangat mereka mencoba bermain enggrang, ikut berlari dalam permainan hadang, bahkan bergabung dalam permainan bersama para murid. 


Tawa pun pecah ketika ada guru yang kehilangan keseimbangan, disambut tepuk tangan dan sorakan penyemangat dari para murid. Momen-momen sederhana inilah yang menciptakan kedekatan tanpa sekat antara guru dan murid.


Di setiap sudut sekolah tampak wajah-wajah ceria yang menikmati setiap rangkaian kegiatan. Hari itu, sekolah benar-benar menjadi ruang yang penuh kebahagiaan, tempat murid belajar tentang kerja sama, sportivitas, saling menghargai, sekaligus merasakan kasih sayang dari para guru melalui kebersamaan yang terjalin.


Rangkaian peringatan Hari Anak Nasional ditutup dengan bernyanyi bersama. Seluruh warga sekolah larut dalam lantunan lagu yang menggema di halaman UPTD SMPN 6 Sinjai. Tepuk tangan, senyuman, dan kebersamaan menjadi penutup yang indah, meninggalkan kesan bahwa kebahagiaan anak merupakan tanggung jawab bersama.


Melalui peringatan HAN ini, UPTD SMPN 6 Sinjai menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan sekolah yang ramah anak, aman, inklusif, dan menyenangkan. "Karena setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, memperoleh perlindungan, dan mendapatkan kesempatan terbaik untuk menggapai masa depan yang gemilang," kuncinya. (amar)