Rumah, Literasi, dan Rindu: Kisah Humanis di Balik Persembahan Emas Ika Amriyani di Ajang Porsenijar PGRI Sulsel

Kabar Pendidikan
0

Guru UPTD SMPN 7 Sinjai, Ika Amriyani, S.P.d.,M.P meraih medali emas cabang Seni Lukis Putri di Porsenijar PGRI Sulsel di Sidrap


Kabarpendidikan -- Guru UPTD SMPN 7 Sinjai, Ika Amriyani, S.P.d.,M.Pd mengharumkan nama daerah di ajang Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026. Dia berhasil mempersembahkan emas untuk Sinjai pada cabang Seni Lukis Putri. 


Guru kelahiran 11 Oktober 1994 itu menjadi penyumbang emas pertama untuk kontingen Sinjai setelah memperoleh nilai 260,2, tertinggi mengungguli peserta dari Kabupaten Takalar dan Bantaeng yang harus puas di posisi kedua dan ketiga. 


Saat mengikuti lomba, perasaan Ika Amriyani bercampur aduk karena jadwal tiba-tiba dimajukan. Namun, berkat ketenangan dan fokus,  dia diberikan kelancaran hingga berhasil menyelesaikan lukisan dan meraih posisi pertama.


"Alhamdulillah, prestasi ini jadi kebanggaan sendiri bagi saya mampu mempersembahkan emas untuk Sinjai,” kata Ika, Sabtu (4/7/2026) 


Diketahui, lomba cabang seni lukis ini mengangkat tema Literasi dan Ilmu Pengetahuan.  Ika Amriyani membuat lukisan berjudul “Rumah”, sebuah karya yang mengangkat tema literasi, pendidikan, dan kasih sayang dalam keluarga.


Lukisan tersebut menampilkan seorang nenek yang mendampingi cucunya membaca. Menggambarkan rumah sebagai sekolah pertama dan keluarga sebagai guru pertama kehidupan. 


Baginya, seorang anak pertama kali belajar berbicara, mendengar, membaca, dan memahami kehidupan dari orang-orang terdekat sebelum memasuki bangku sekolah. 


“Alat bantu dengar pada telinga anak sebagai simbol bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang memperoleh pendidikan dan ilmu pengetahuan,” katanya. 


Pesan yang ingin disampaikan adalah literasi merupakan hak setiap anak. “Pendidikan harus inklusif dan memberikan kesempatan belajar bagi semua tanpa diskriminasi,” katanya. 


Buku dalam lukisan menjadi lambang jendela ilmu pengetahuan, sedangkan globe dan tata surya menggambarkan luasnya dunia yang dapat dijelajahi melalui membaca.


Di balik karya tersebut, tersimpan kisah pribadi yang menyentuh. Ika mengaku sangat merindukan neneknya yang telah meninggal dunia beberapa tahun lalu.


“Bagi saya, sang nenek merupakan sosok penuh kasih yang selalu memberikan nasihat, semangat, dan menjadi tempat pulang yang menghadirkan rasa aman,” ujarnya. 


Atas preetasi tersebut, ia berharap dapat menjadi pemacu semangat untuk terus mendedikasikan diri, baik dalam meningkatkan kompetensi sebagai pendidik maupun dalam mengharumkan nama PGRI Sinjai di masa-masa yang akan datang.


"Saya berharap raihan emas ini dapat semakin mengangkat nama baik dan membuktikan eksistensi serta potensi luar biasa yang dimiliki oleh kontingen PGRI Sinjai di tingkat yang lebih luas," harapnya. 


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Irwan Suaib, mengapresiasi prestasi yang diraih Ika Amriyani pada ajang bergengsi tersebut.


“Prestasi ini membuktikan bahwa guru-guru di Sinjai tidak hanya berdedikasi dalam mendidik peserta didik, tetapi juga mampu berprestasi dan mengharumkan nama daerah melalui karya serta kompetensi yang dimiliki,” ujarnya.


Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi para pendidik lainnya untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan kualitas diri, dan tidak ragu mengikuti berbagai ajang kompetisi.


“Semoga keberhasilan yang diraih Ibu Ika Amriyani menjadi inspirasi bagi guru-guru lain dan peserta didik untuk terus berkarya, berinovasi, serta membawa nama baik Kabupaten Sinjai di berbagai bidang,” katanya. (tia) 

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)