SDN 125 Karampue Perkuat Karakter Peserta Didik Melalui G7KAIH

Peserta didik melakukan aktivitas fisik sebagai bagian dari implementasi G7KAIH
Kabarpendidikan.net – Komitmen membentuk generasi yang cerdas dan berkarakter terus diperkuat SD Negeri 125 Karampue melalui implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH). Program ini menjadi bagian dari pembiasaan positif yang diterapkan setiap hari di lingkungan sekolah sebagai upaya menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini.
Kepala SD Negeri 125 Karampue, Abdul Malik, S.Ag., S.Pd., M.Pd menjelaskan, penerapan G7KAIH dilakukan secara menyeluruh melalui berbagai aktivitas yang telah menjadi budaya sekolah. Sejak peserta didik tiba di sekolah, mereka dibiasakan untuk menerapkan disiplin, berdoa bersama, mengikuti senam atau aktivitas fisik, menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan pola hidup sehat, serta memperkuat karakter melalui kegiatan keagamaan dan sosial.
Menurutnya, nilai-nilai G7KAIH tidak hanya hadir dalam rutinitas harian, tetapi juga diintegrasikan dalam proses pembelajaran di kelas, kegiatan kokurikuler, hingga ekstrakurikuler. Sekolah juga membangun kolaborasi dengan orang tua agar pembiasaan positif tersebut terus berlanjut di lingkungan keluarga.
"Kami ingin pembentukan karakter tidak berhenti di sekolah saja. Sinergi antara sekolah dan orang tua menjadi kunci agar kebiasaan baik dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik," ujar Abdul Malik.
Ia berharap, implementasi G7KAIH mampu melahirkan peserta didik yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, disiplin, sehat, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
"Dengan pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan, kami berharap lahir generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan," tambahnya.
Meski demikian, Abdul Malik mengakui bahwa tantangan terbesar dalam pelaksanaan program ini adalah menjaga konsistensi pembiasaan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Perbedaan latar belakang dan kebiasaan peserta didik menjadi tantangan tersendiri sehingga diperlukan dukungan dan kerja sama yang erat antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Karena itu, sekolah terus melakukan pendampingan, evaluasi, serta memberikan keteladanan kepada seluruh warga sekolah agar Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. (tia)