Belajar Memimpin Sejak Dini, Siswa SD Negeri 99 Lappacinrana Bergantian Jadi Imam Salat

Belajar Memimpin Sejak Dini, Siswa SD Negeri 99 Lappacinrana Bergantian Jadi Imam Salat, Senin (31/8/26)

Kabarpendidikan.net
— Pendidikan kepemimpinan di SD Negeri 99 Lappacinrana tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di dalam kelas. Setiap hari, peserta didik mendapat kesempatan untuk belajar memimpin melalui pelaksanaan salat Zuhur berjamaah di sekolah, dengan siswa secara bergantian dipercaya menjadi imam.

‎Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembiasaan keagamaan yang rutin dilaksanakan SD Negeri 99 Lappacinrana. Salat Zuhur berjamaah diikuti oleh warga sekolah sebagai upaya membangun kedisiplinan sekaligus memperkuat karakter peserta didik melalui praktik nyata dalam keseharian.

‎Kepala SD Negeri 99 Lappacinrana, Hj. Salmah, S.Pd., mengatakan kesempatan menjadi imam diberikan secara bergantian kepada siswa. Menurutnya, hal tersebut menjadi pengalaman penting bagi anak untuk belajar mengambil tanggung jawab dan tampil di hadapan orang lain.

‎“Kami ingin anak-anak tidak hanya terbiasa melaksanakan salat berjamaah, tetapi juga memiliki keberanian dan rasa tanggung jawab. Karena itu, siswa kami berikan kesempatan secara bergantian untuk menjadi imam,” ujar Hj. Salmah.

‎Menurutnya, ketika seorang siswa dipercaya menjadi imam, ia belajar mempersiapkan diri, menjaga ketertiban, serta bertanggung jawab memimpin teman-temannya dalam pelaksanaan ibadah. Pengalaman sederhana tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi pembentukan karakter kepemimpinan sejak dini.

‎Pembiasaan salat Zuhur berjamaah juga menjadi bagian dari upaya sekolah menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan peserta didik secara utuh. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, dan kepercayaan diri dibangun melalui kegiatan yang dilakukan secara konsisten.

‎Hj. Salmah berharap kebiasaan tersebut tidak hanya berlangsung ketika siswa berada di sekolah, tetapi juga terbawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

‎“Harapan kami, apa yang dibiasakan di sekolah dapat terus dilakukan anak-anak di rumah. Yang terpenting bukan hanya bisa memimpin salat, tetapi mereka juga belajar menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan mampu menjadi teladan bagi orang lain,” tambahnya.

‎Melalui pembiasaan tersebut, SD Negeri 99 Lappacinrana menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat dibangun melalui aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten. Dari kesempatan menjadi imam di lingkungan sekolah, peserta didik dilatih untuk berani memimpin, bertanggung jawab, dan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter positif. (Azhar)