HIMPAUDI Sinjai Nyalakan ASA: 35 Peserta Dari 9 Kecamatan Satu Suara untuk Kesetaraan Guru PAUD

HIMPAUDI Kabupaten Sinjai suarakan kesatraan guru PAUD di Lomba Karnaval Kemerdekaan, Selasa (11/8/2026)

Kabarpendidikan.net — Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Sinjai tampil mencuri perhatian dalam Karnaval Kemerdekaan. 


Membawa slogan “Nyalakan Asa, Wujudkan Pengakuan Kesetaraan Guru PAUD”, sebanyak 35 peserta dari 9 kecamatan ikut ambil bagian dengan titik start di Lapangan Nasional (Lapnas), Selasa (11/82026).


Di bawah kepemimpinan Ketua HIMPAUDI Kabupaten Sinjai, Suryani, S.Pd, para pendidik PAUD tampil penuh semangat dengan balutan kostum merah, putih, dan biru elektrik. Penampilan tersebut tidak sekadar menjadi warna dalam karnaval, tetapi membawa pesan tentang perjuangan dan pengabdian para pendidik PAUD.


Merah menjadi simbol keberanian untuk berjuang, putih menggambarkan ketulusan dalam mengabdi, sedangkan biru elektrik menjadi simbol semangat untuk terus bergerak menuju masa depan pendidikan yang lebih baik.


Ketua HIMPAUDI menegaskan bahwa keikutsertaan HIMPAUDI dalam karnaval bukan sekadar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


“Kami hadir bukan sekadar untuk mengikuti karnaval. Kami membawa suara perjuangan para pendidik PAUD, membawa harapan anak-anak Indonesia, dan membawa cita-cita untuk pendidikan yang lebih adil dan setara,” ujar Suryani.


Menurutnya, momentum kemerdekaan menjadi ruang untuk memperkuat semangat para pendidik PAUD sekaligus mengingatkan pentingnya penghargaan terhadap setiap pengabdian dalam dunia pendidikan anak usia dini.


“Harapan kami, bersama-sama terus menyalakan asa, menghargai setiap pengabdian, dan mewujudkan pengakuan serta kesetaraan bagi Guru PAUD,” tegasnya.


Kehadiran HIMPAUDI Sinjai pun menjadi pesan kuat bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang memperjuangkan penghargaan, kesempatan, dan kesetaraan bagi para pendidik yang menjadi bagian penting dalam membangun fondasi generasi bangsa. (ela)