Ketua K3S Bulupoddo Bagikan Hasil Bimtek Nasional, Perkuat Digitalisasi Pembelajaran di Sekolah Dasar

Ketua K3S SD Kecamatan Bulupoddo, Muhammad Amin, S.Pd., MM., saat membagikan hasil Bimbingan Teknis Nasional dalam rangka memperkuat digitalisasi pembelajaran pada Rakor K3S SD Kecamatan Bulupoddo di UPTD SD Negeri 185 Macconggi, Desa Lamatti Riawang, Kecamatan Bulupoddo, Rabu (26/8/2026).

Kabarpendidikan.net
— Komitmen mempercepat digitalisasi pembelajaran di jenjang sekolah dasar terus diperkuat oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Kecamatan Bulupoddo. Ketua K3S SD Kecamatan Bulupoddo sekaligus Kepala UPTD SD Negeri 219 Pukksieng, Muhammad Amin, S.Pd., MM., melakukan pengimbasan hasil Bimbingan Teknis Nasional Angkatan 1 kepada para kepala sekolah SD se-Kecamatan Bulupoddo.

‎Pengimbasan tersebut berlangsung dalam Rapat Koordinasi (Rakor) K3S SD Kecamatan Bulupoddo yang digelar di UPTD SD Negeri 185 Macconggi, Desa Lamatti Riawang, Kecamatan Bulupoddo, Rabu (26/8/2026).

‎Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk memperluas pengetahuan dan praktik baik terkait digitalisasi pembelajaran, sekaligus mendorong para kepala sekolah agar mampu mengembangkan pemanfaatan teknologi di satuan pendidikan masing-masing.

‎Sebagai Ketua K3S, Muhammad Amin mengambil peran penting dalam memastikan pengetahuan yang diperolehnya melalui kegiatan tingkat nasional dapat dibagikan kepada para kepala sekolah lainnya. Dengan demikian, hasil bimtek tidak berhenti pada peserta yang mengikutinya, tetapi dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi satuan pendidikan di Kecamatan Bulupoddo.

‎Muhammad Amin sebelumnya mengikuti Bimbingan Teknis Nasional Angkatan 1 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta pada 20–23 Juli 2026. Kegiatan tersebut dihadiri ratusan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dari berbagai daerah di Indonesia.

‎Bimtek nasional tersebut memberikan penguatan kepada para kepala sekolah dalam memahami proses transformasi digital di lingkungan pendidikan. Peserta mendapatkan pembekalan melalui materi, diskusi interaktif, serta praktik implementasi secara langsung yang dapat dikembangkan di sekolah masing-masing.

‎Bekal tersebut kemudian dibagikan Muhammad Amin melalui forum K3S Kecamatan Bulupoddo. Ia menilai, digitalisasi pembelajaran tidak sekadar berkaitan dengan penggunaan perangkat teknologi, tetapi lebih jauh bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara efektif untuk mendukung proses pembelajaran dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

‎“Digitalisasi pembelajaran bukan hanya bagaimana kita menggunakan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi proses pembelajaran. Karena itu, ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan melalui Bimtek Nasional ini perlu diimbaskan kepada teman-teman kepala sekolah agar bisa dikembangkan bersama sesuai kondisi sekolah masing-masing,” ujar Muhammad Amin.

‎Menurutnya, kepala sekolah memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan di satuan pendidikan. Karena itu, peningkatan kapasitas kepala sekolah dalam memahami perkembangan teknologi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap tuntutan zaman.

‎Ia berharap pengimbasan tersebut dapat menjadi pemantik bagi para kepala sekolah untuk mulai mengidentifikasi berbagai potensi dan kebutuhan sekolah dalam menerapkan digitalisasi pembelajaran.

‎“Yang paling penting adalah bagaimana kita memulai dari apa yang kita miliki dan mengembangkan pemanfaatan teknologi secara bertahap. Tidak harus langsung sempurna, tetapi harus ada kemauan untuk bergerak dan belajar bersama,” tambahnya.

‎Rakor K3S tersebut turut dihadiri Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Bulupoddo, Darwis, S.Pd., sejumlah pengawas satuan pendidikan, serta para kepala sekolah SD se-Kecamatan Bulupoddo.

‎Selain menjadi forum koordinasi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik antarkepala sekolah. Forum K3S diharapkan dapat terus menjadi wadah kolaborasi dalam merespons berbagai perkembangan dan tantangan pendidikan, termasuk tuntutan transformasi digital.

‎Melalui pengimbasan hasil Bimtek Nasional ini, K3S SD Kecamatan Bulupoddo menunjukkan komitmennya untuk mendorong digitalisasi pembelajaran secara bertahap dan berkelanjutan. Kolaborasi antarkepala sekolah diharapkan mampu memperluas penerapan praktik pembelajaran berbasis teknologi, sehingga pada akhirnya memberikan manfaat bagi guru dan menghadirkan pengalaman belajar yang semakin relevan bagi peserta didik. (Azhar)