Transformasi Pembelajaran, UNM Latih Guru SD di Bulupoddo Susun Modul Ajar Berbasis Deep Learning
kabarpendidikan.net — Dalam upaya mendorong transformasi pendidikan di daerah, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar (UNM) sukses menyelenggarakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan berupa "Pelatihan Penyusunan Modul Ajar Berbasis Deep Learning" ini ditujukan bagi para guru Sekolah Dasar (SD) se-Gugus 25, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai. Acara tersebut berlangsung khidmat dan interaktif di ruang kelas SD Negeri 91 Bulupoddo pada Kamis (27/8/2026).
Pelatihan ini diinisiasi dan difasilitasi langsung oleh tim pengabdi ahli dari UNM yang terdiri dari Dr. Sirajuddin Saleh, S.Pd., M.Pd., Andi Rizka Ekaputri, S.Pd., M.Pd., dan Elfira, S.Pd., M.Pd. Program yang juga turut mendapat atensi dari tokoh akademisi Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum. ini dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi pedagogik para guru. Fokus utamanya adalah membekali pendidik dengan keterampilan menyusun modul ajar yang inovatif, adaptif, dan berbasis pada metode deep learning (pembelajaran mendalam) yang selaras dengan tuntutan kurikulum modern.
Kepala SD Negeri 91 Bulupoddo, Sitti Kasniati, S.Pd., menyambut antusias pelaksanaan program ini di sekolahnya. Ia menilai pelatihan ini memberikan dampak positif yang sangat nyata dan langsung menyentuh kebutuhan para pendidik di lapangan.
"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada tim PKM dari Universitas Negeri Makassar yang telah memilih sekolah kami dan guru-guru di Gugus 25 sebagai mitra sasaran. Pelatihan penyusunan modul ajar berbasis deep learning ini sangat relevan dengan tantangan guru saat ini untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna, analitis, dan kritis bagi siswa. Kami berharap ilmu dan pendampingan yang didapatkan hari ini dapat segera diaplikasikan di kelas masing-masing guna meningkatkan kualitas belajar mengajar," ujar Sitti Kasniati.
Kegiatan PKM ini merupakan wujud nyata penerapan Tridharma Perguruan Tinggi oleh UNM, khususnya dalam memberikan kontribusi dan solusi langsung kepada masyarakat. Melalui pendekatan deep learning, diharapkan para guru di Gugus 25 Bulupoddo tidak lagi sekadar mentransfer pengetahuan berbasis hafalan, melainkan mampu merancang ekosistem kelas yang mendorong pemahaman konsep dan pemecahan masalah bagi siswa.
Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi dan pendampingan penyusunan draf modul ajar oleh masing-masing guru, yang ke depannya akan terus dievaluasi dan disempurnakan. (Azhar)
