Belajar Bukan Sekadar Teori, 15 Peserta Didik PKBM Bodo-Bodoa Dibekali Keterampilan Membuat Bossara
Kabarpendidikan.net — Belajar bukan sekadar memperoleh pengetahuan, tetapi juga bagaimana peserta didik memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Semangat inilah yang terus dikembangkan PKBM Bodo-Bodoa melalui pembelajaran keterampilan yang berorientasi pada kemandirian dan peningkatan potensi ekonomi peserta didik.
PKBM Bodo-bodoa bekali keterampilan membuat bossara 15 peserta didiknya, Selasa (15/9/2026)
Sebanyak 15 peserta didik PKBM Bodo-Bodoa mengikuti Pembelajaran Keterampilan Pembuatan Bossara yang dilaksanakan di Sekretariat PKBM Bodo-Bodoa pada Selasa (15/9/2026). Kegiatan tersebut diisi dengan pembelajaran dan praktik pembuatan bossara sebagai upaya memberikan pengalaman keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
Pembelajaran keterampilan ini bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan produktif yang tidak hanya bermanfaat selama mengikuti pendidikan di PKBM, tetapi juga dapat dikembangkan setelah menyelesaikan proses pembelajaran. Dengan keterampilan tersebut, peserta didik diharapkan mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan berpotensi menjadi sumber penghasilan.
Lebih dari sekadar kegiatan praktik, pembelajaran pembuatan bossara menjadi bagian dari upaya PKBM Bodo-Bodoa dalam menanamkan semangat kreatif, produktif, dan mandiri kepada peserta didik. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menciptakan peluang ekonomi sekaligus memberikan kontribusi bagi keluarga.
Kepala PKBM Bodo-Bodoa, Suryani, S.Pd., menyampaikan bahwa keterampilan yang diberikan kepada peserta didik diharapkan dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat setelah mereka menyelesaikan pendidikan di PKBM.
“Harapan kami, setelah selesai belajar di PKBM Bodo-Bodoa, peserta didik dapat mengembangkan hasil keterampilan yang sudah dipelajari, sehingga dapat menghasilkan uang dan membantu penghasilan orang tua. Kami juga berharap keterampilan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang ada di sekitarnya,” ujar Suryani.
Ia menambahkan, pembelajaran keterampilan merupakan salah satu langkah untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki bekal yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan terus mengasah keterampilan dan kreativitas, peserta didik diharapkan mampu melihat peluang dan mengembangkan hasil karyanya secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, PKBM Bodo-Bodoa menunjukkan bahwa pendidikan masyarakat tidak hanya memberikan kesempatan untuk belajar, tetapi juga membuka ruang bagi peserta didik untuk berkarya, mengembangkan keterampilan, dan membangun kemandirian ekonomi.
Dengan bekal keterampilan pembuatan bossara yang telah diperoleh, 15 peserta didik diharapkan mampu terus berkreasi dan mengembangkan keterampilannya menjadi sesuatu yang bernilai, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat di sekitarnya. (ela)