Gelorakan Cinta Rasul, SDN 196 Mangasa Tanamkan Akhlak Mulia Sejak Dini

Kepala SD Negeri No. 196 Mangasa, Nursaenab, S.Pd., bersama keluarga besar sekolah saat mengikuti Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Lapangan SD Negeri No. 196 Mangasa, Rabu malam (2/9/2026).

Kabarpendidikan.net
– Menanamkan keteladanan Rasulullah Muhammad SAW sejak usia dini menjadi pesan utama dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang digelar SD Negeri No. 196 Mangasa, Rabu malam (2/9/2026).

‎Kegiatan yang berlangsung di Lapangan SD Negeri No. 196 Mangasa mulai pukul 19.30 WITA tersebut diikuti keluarga besar sekolah bersama orang tua peserta didik dan masyarakat sekitar. Suasana berlangsung khidmat sekaligus penuh kebersamaan.

‎Peringatan Maulid Nabi menghadirkan Ustadz Muh. As'ad, S.T. sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, ia mengajak para peserta, khususnya siswa, untuk tidak hanya mengenal sosok Rasulullah SAW, tetapi juga menjadikan akhlak dan sifat-sifat mulia beliau sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

‎Kepala SD Negeri No. 196 Mangasa, Nursaenab, S.Pd., mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi memiliki makna penting dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik.

‎“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum penting bagi kita semua, khususnya para peserta didik, untuk terus meneladani sifat-sifat mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap melalui kegiatan ini, karakter dan keimanan anak-anak kita semakin kuat, serta silaturahmi antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat sekitar senantiasa terjalin erat,” ujar Nursaenab.

‎Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak peserta didik. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dinilai relevan untuk ditanamkan sejak dini agar menjadi bagian dari kebiasaan siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

‎“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin anak-anak mendapatkan penguatan nilai keagamaan sekaligus memahami bahwa akhlak mulia harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti bersikap jujur, menghormati orang tua dan guru, menyayangi sesama, serta bertanggung jawab,” tambahnya.

‎Selain menjadi sarana pembinaan keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat hubungan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Partisipasi orang tua dan masyarakat sekitar menunjukkan adanya dukungan bersama terhadap upaya sekolah membangun lingkungan pendidikan yang religius, harmonis, dan berkarakter.

‎Rangkaian kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Sekolah, tausiyah agama yang disampaikan Ustadz Muh. As'ad, S.T., serta doa bersama.

‎Melalui peringatan tersebut, keluarga besar SD Negeri No. 196 Mangasa berharap kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diwujudkan melalui perilaku sehari-hari.

‎Semangat meneladani Rasulullah SAW diharapkan menjadi bagian dari proses pendidikan karakter sehingga peserta didik tumbuh sebagai generasi yang berilmu, berakhlak mulia, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta mampu menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat. (Azhar)