Guru SD Negeri 101 Bulu-Bulu Jadi Guru Model Penguatan Digitalisasi Pembelajaran di SDN 27 Tondong

Guru SD Negeri 101 Bulu-Bulu, Hasriani, S.Pd., saat menjadi guru model dalam Bimbingan Teknis Penguatan Digitalisasi Pembelajaran di SD Negeri 27 Tondong, Senin (21/9/2026).

Kabarpendidikan.net
– Komitmen SD Negeri 101 Bulu-Bulu, Kecamatan Bulupoddo, dalam mendorong peningkatan kualitas pembelajaran berbasis teknologi kembali ditunjukkan melalui keterlibatan Hasriani, S.Pd., sebagai guru model dalam Bimbingan Teknis Penguatan Digitalisasi Pembelajaran yang dilaksanakan di SD Negeri 27 Tondong, Senin (21/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan lanjutan rangkaian Bimbingan Teknis BOSP Kinerja Terbaik Tahun 2026 yang sebelumnya dilaksanakan di SD Negeri 84 Mangarabombang dan SD Negeri 101 Bulu-Bulu. Rangkaian kegiatan melibatkan lima satuan pendidikan penerima BOSP Kinerja Terbaik Tahun 2026.

Dalam kegiatan ini, Hasriani, S.Pd., dari SD Negeri 101 Bulu-Bulu dipercaya menjadi guru model untuk memberikan gambaran praktik pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital. Kehadirannya menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik pembelajaran bagi para peserta dari satuan pendidikan lainnya.

Sebagai guru model, Hasriani memperagakan penerapan digitalisasi dalam proses pembelajaran, mulai dari pemanfaatan perangkat dan media digital hingga bagaimana teknologi dapat diintegrasikan agar pembelajaran menjadi lebih interaktif dan mendukung keterlibatan peserta didik.

Keterlibatan guru SD Negeri 101 Bulu-Bulu dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah untuk terus mengembangkan kompetensi pendidik dalam menghadapi transformasi pembelajaran di era digital.

Kepala SD Negeri 101 Bulu-Bulu, Mansur, S.Pd., mengapresiasi keterlibatan Hasriani sebagai guru model. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi ruang yang baik untuk berbagi praktik sekaligus menunjukkan bahwa guru dapat berperan aktif dalam mendorong pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

“Ini menjadi kesempatan bagi guru kami untuk berbagi pengalaman dan praktik yang telah dilakukan di sekolah. Kami berharap pengalaman tersebut dapat memberikan inspirasi dan menjadi bahan pembelajaran bersama dalam mengembangkan digitalisasi pembelajaran,” ujar Mansur.

Ia menambahkan, penguatan digitalisasi pembelajaran perlu dibarengi dengan peningkatan kompetensi guru agar pemanfaatan teknologi benar-benar mendukung proses belajar mengajar dan memberikan manfaat bagi peserta didik.

Kegiatan di SD Negeri 27 Tondong ini menjadi rangkaian lanjutan dari Bimtek BOSP Kinerja Terbaik Tahun 2026 yang mengusung penguatan kapasitas satuan pendidikan, termasuk dalam aspek literasi, numerasi, penjaminan mutu, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

Melalui kegiatan tersebut, SD Negeri 101 Bulu-Bulu tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga turut berbagi praktik baik melalui keterlibatan gurunya sebagai guru model penguatan digitalisasi pembelajaran. (Azhar)