Kamis Tanpa Gaduh, Siswa SMPN 21 Sinjai “Tenggelam” dalam Buku Lewat SAMI SAKU
![]() |
| Kamis Tanpa Gaduh, Siswa SMPN 21 Sinjai “Tenggelam” dalam Buku Lewat SAMI SAKU, Kamis (24/9/26). |
Kabarpendidikan.net — Bukan langsung membuka buku pelajaran, siswa UPTD SMP Negeri 21 Sinjai justru mengawali Kamis pagi dengan membaca. Melalui program SAMI SAKU (Satu Minggu Satu Buku), para siswa diajak meluangkan waktu 40 menit untuk membaca sebelum proses pembelajaran di kelas dimulai, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan literasi yang menjadi agenda rutin setiap Kamis tersebut dilaksanakan di luar kelas. Siswa membawa dan memilih bahan bacaan yang diminati, kemudian membaca secara mandiri dalam suasana yang lebih terbuka dan nyaman.
Di tengah rutinitas pembelajaran, SAMI SAKU menjadi ruang khusus bagi siswa untuk berhenti sejenak dari aktivitas akademik dan berinteraksi dengan buku. Kebiasaan ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap membaca sekaligus memperluas wawasan peserta didik.
Kepala UPTD SMPN 21 Sinjai, Rasak, S.Pd., menegaskan bahwa budaya membaca tidak dapat dibangun secara instan, tetapi membutuhkan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten.
“Kami ingin membaca menjadi kebiasaan, bukan hanya ketika ada tugas dari guru. Karena itu, SAMI SAKU kami laksanakan secara rutin setiap Kamis agar anak-anak memiliki waktu khusus untuk membaca dan menemukan pengetahuan dari buku,” ujar Rasak.
Ia menambahkan, kegiatan literasi juga menjadi bagian dari upaya sekolah menciptakan lingkungan belajar yang lebih variatif. Pelaksanaan di luar kelas memberikan suasana berbeda sehingga siswa dapat menikmati aktivitas membaca dengan lebih rileks.
Melalui SAMI SAKU, siswa tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan bacaan, tetapi juga membangun kebiasaan belajar secara mandiri. Buku menjadi salah satu pintu bagi siswa untuk mengenal informasi, memperkaya kosakata, serta mengembangkan rasa ingin tahu.
Konsistensi pelaksanaan setiap Kamis menjadi kekuatan utama program tersebut. Dengan alokasi waktu satu jam pelajaran atau 40 menit, kegiatan sederhana itu terus diarahkan menjadi rutinitas positif di lingkungan sekolah.
Satu minggu satu buku, satu kebiasaan baik setiap Kamis. UPTD SMPN 21 Sinjai terus menanamkan pesan bahwa budaya membaca dapat tumbuh dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. (Azhar)
