Literasi Jadi Senjata, SD Negeri 196 Mangasa Perkuat Karakter Siswa Sebelum PBM

Guru SD Negeri 196 Mangasa, Irmawati, S.Pd., membimbing peserta didik dalam kegiatan Pembimbingan Penguatan Pendidikan Karakter (PPC) dengan materi “Gemar Membaca dan Literasi”, Rabu (16/9/26).
kabarpendidikan.net — SD Negeri 196 Mangasa, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, terus memperkuat pendidikan karakter peserta didik melalui kegiatan Pembimbingan Penguatan Pendidikan Karakter (PPC) yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu, 15 menit sebelum proses belajar mengajar (PBM) dimulai.
Kegiatan PPC, Rabu (16/9/26), mengangkat materi “Gemar Membaca dan Literasi” dengan pembimbing Irmawati, S.Pd. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembiasaan positif sekolah untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap aktivitas membaca sekaligus memperkuat karakter belajar.
Pelaksanaan PPC dilakukan secara bergilir dengan melibatkan guru dan tenaga kependidikan (tendik) SD Negeri 196 Mangasa sebagai pembimbing. Pola tersebut memberikan kesempatan kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan untuk turut mengambil peran dalam proses penguatan karakter peserta didik.
Kepala SD Negeri 196 Mangasa, Nursaenab, S.Pd., mengatakan penguatan pendidikan karakter perlu dilakukan melalui pembiasaan yang konsisten dan melibatkan seluruh warga sekolah.
“Pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui teori. Anak-anak perlu dibimbing dan dibiasakan melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara rutin. Salah satunya adalah membangun kebiasaan gemar membaca melalui kegiatan PPC,” ujar Nursaenab.
Menurutnya, membaca memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan pengetahuan dan kemampuan peserta didik. Karena itu, sekolah berupaya menjadikan literasi sebagai bagian dari budaya positif yang tumbuh dalam keseharian siswa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan bahwa membaca bukan sekadar tugas sekolah, tetapi sebuah kebiasaan yang dapat memberikan banyak manfaat. Semakin sering anak membaca, semakin luas pula wawasan yang mereka miliki,” tambahnya.
Nursaenab juga mengapresiasi keterlibatan guru dan tendik yang secara bergilir menjadi pembimbing. Menurutnya, kolaborasi seluruh warga sekolah menjadi kekuatan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pembentukan karakter.
Kegiatan PPC selama 15 menit sebelum PBM tersebut diharapkan terus menjadi rutinitas positif di SD Negeri 196 Mangasa. Selain membangun budaya literasi, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah membentuk peserta didik yang memiliki karakter positif, rasa ingin tahu, dan semangat belajar. (Azhar)