Salat Zuhur Berjamaah, Ikhtiar SDN 250 Maroanging Wujudkan Insan Cendekia Berkarakter Religius
![]() |
| Tak ada Musala, siswa SDN 250 Maroanging melaksanakan salat berjamaah di ruangan kepala sekolah, Kamis (24/9/2026) |
Pada 24 September 2026, para siswa melaksanakan salat zuhur berjamaah di ruangan tersebut. Selain salat zuhur, ruangan itu juga dimanfaatkan untuk pelaksanaan salat duha berjamaah sebagai bagian dari pembiasaan keagamaan di lingkungan sekolah.
Langkah tersebut merupakan bentuk kesungguhan sekolah dalam memberikan ruang kepada siswa untuk menjalankan ibadah tanpa harus meninggalkan lingkungan sekolah. Bagi pihak sekolah, pembentukan karakter religius merupakan bagian penting dalam mendukung tumbuhnya peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan kebiasaan positif.
Kepala SD Negeri No. 250 Maroanging, Ashar, S.Pd menjelaskan, pengadaan tempat untuk melaksanakan ibadah berjamaah menjadi perhatian penting bagi sekolah.
Menurutnya, salat duha dan salat zuhur berjamaah memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter siswa sehingga salah satu ruangan kepala sekolah sementara dialihfungsikan untuk kegiatan ibadah tersebut.
“Karena masjid cukup jauh dari lingkungan sekolah, kami berinisiatif mengosongkan ruangan kepala sekolah untuk digunakan anak-anak melaksanakan salat berjamaah. Ruangan kepala sekolah kemudian digabung dengan ruang guru,” ungkap Ashar.
Kegiatan salat berjamaah tersebut diharapkan dapat menjadi pembiasaan yang membentuk kedisiplinan siswa dalam menjalankan ibadah. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai tanggung jawab, kebersamaan, dan kepedulian terhadap kehidupan beragama sejak usia sekolah.
Meski telah menyediakan ruang sementara, pihak sekolah masih berharap dapat memiliki tempat ibadah yang lebih layak dan permanen.
Ashar berharap ada pihak yang tergerak untuk membantu mewujudkan pembangunan musala sekolah, sehingga kegiatan keagamaan siswa dapat dilaksanakan dengan lebih nyaman dan optimal.
“Kami berharap ada donatur atau pihak yang berkenan membantu membangunkan musala untuk sekolah kami. Dengan adanya musala, anak-anak tentu akan lebih nyaman melaksanakan salat berjamaah dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya,” harapnya.
Upaya SD Negeri 250 Maroanging tersebut menjadi gambaran bahwa keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk mengesampingkan pendidikan karakter. Dengan memanfaatkan ruang yang tersedia, sekolah terus berusaha menghadirkan lingkungan pendidikan yang mendukung keseimbangan antara kecerdasan, kedisiplinan, dan karakter religius peserta didik.
Dari ruang kepala sekolah yang dialihfungsikan menjadi tempat ibadah, SD Negeri 250 Maroanging menanamkan pesan sederhana bahwa pendidikan bukan hanya tentang mencerdaskan pikiran, tetapi juga membentuk hati dan karakter. (yaya)
