SDN 82 Tokinjong Peringati Maulid Nabi, Tanamkan Cinta Rasulullah dan Akhlak Mulia
Kabarpendidikan.net — SD Neg. 82 Tokinjong memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengusung tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW dan Meningkatkan Cinta kepada Nabi di Lingkungan Sekolah”, Selasa (1/9/2026).
SDN 82 Tokinjong menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (1/9/2026)
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi seluruh warga sekolah untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menanamkan nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membentuk karakter peserta didik yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, santun, dan berakhlak mulia.
Peringatan Maulid dihadiri Korwil Pendidikan Kecamatan Sinjai Utara, pengawas satuan pendidikan, Ketua K3S Sinjai Utara, sejumlah kepala sekolah, komite dan pengurus komite, orang tua siswa, tenaga pendidik dan kependidikan, serta seluruh peserta didik SDN 82 Tokinjong.
Kepala SD Negeri 82 Tokinjong, Rosdianah, S.Pd mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi antusiasme dan dukungan seluruh warga sekolah serta masyarakat, khususnya para orang tua peserta didik yang turut berpartisipasi menyukseskan peringatan Maulid.
Menurutnya, kegiatan yang semula direncanakan berlangsung sederhana mendapat dukungan luar biasa dari masyarakat dan orang tua siswa, termasuk melalui partisipasi dalam membawa male sebagai bagian dari tradisi masyarakat dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Awalnya kami berharap kegiatan ini dilaksanakan secara sederhana. Alhamdulillah, dukungan masyarakat dan orang tua siswa sangat luar biasa,” ujarnya.
Rosdianah menegaskan bahwa pendidikan di sekolah tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk hati, karakter, dan akhlak peserta didik.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan, guru, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama menjadikan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai dasar dalam mendidik generasi.
“Nabi Muhammad SAW adalah guru terbaik sepanjang masa. Beliau mengajarkan kita untuk jujur, disiplin, menyayangi sesama, dan memiliki akhlak yang mulia. Karena itu, tugas kita di sekolah bukan hanya mengejar nilai yang tinggi, tetapi juga membentuk hati dan karakter anak-anak menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Menurut Rosdianah, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari membiasakan senyum dan salam, berkata jujur, rajin belajar, membantu teman, menghormati guru, hingga saling menghargai sesama.
“Anak-anakku, cinta kepada Nabi bukan hanya diucapkan melalui lisan dan shalawat, tetapi harus dibuktikan dengan akhlak. Jujurlah saat ujian, disiplin saat belajar, rajin menuntut ilmu, dan saling menghargai di kelas. Kalau ingin menjadi umat Nabi, maka jadilah siswa yang jujur, rajin, dan berakhlak,” pesannya.
Sementara itu, hikmah Maulid dibawakan oleh Ustadz Andi Baso Salahuddin, S.Kom. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh warga sekolah untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Peringatan Maulid, menurutnya, tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi sarana untuk semakin mengenal perjalanan hidup Rasulullah serta menumbuhkan kecintaan kepada beliau melalui pengamalan ajaran dan akhlaknya.
Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai keagamaan di lingkungan sekolah sehingga tercipta suasana pendidikan yang religius, damai, dan penuh keberkahan.
Rosdianah berharap momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dapat membawa perubahan positif bagi seluruh peserta didik, terutama dalam membangun karakter dan akhlak mereka.
“Harapan kami, setelah mengikuti Maulid ini ada perubahan, terutama pada akhlak anak-anak kita, sehingga karakter mereka menjadi lebih baik. Semoga sekolah ini menjadi tempat lahirnya generasi Qur'ani, generasi yang cerdas otaknya dan mulia akhlaknya,” tuturnya.
Melalui peringatan tersebut, SDN 82 Tokinjong menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mendorong peserta didik meraih prestasi akademik, tetapi juga memperkuat keimanan, karakter, dan akhlak sebagai bekal bagi masa depan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pun diharapkan menjadi awal untuk semakin menghidupkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sekolah sehari-hari dan mewujudkan lingkungan pendidikan yang melahirkan generasi penerus bangsa yang beriman, bertakwa, cerdas, dan berakhlak mulia. (tya)