Siswa UPTD SMPN 7 Sinjai Tampilkan Drama “Meretas Asa” di Sewindu Kopi Sinjai
Kabarpendidikan.net — Dua siswa UPTD SMP Negeri 7 Sinjai turut ambil bagian dalam kegiatan Sewindu Kopi Sinjai yang dirangkaikan dengan penggalangan dana untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan tersebut berlangsung di Kawasan Madya, Desa Arabika, Kecamatan Sinjai Barat, Sabtu (5/9/2026).
Dua siswa SMPN 7 Sinjai menampilkan drama meretas asa di sewindu kopi Sinjai di Kawasan Madaya, Sinjai Barat, Sabtu (5/9/2026)
Dalam kegiatan tersebut, siswa UPTD SMPN 7 Sinjai menampilkan drama bertajuk “Meretas Asa”. Pertunjukan ini mengangkat kisah Kak Ramli dan Kak Mail yang dikenal sebagai pendamping petani kopi di Pattongko, sekaligus menggambarkan perjuangan dan perjalanan kopi Pattongko hingga dikenal masyarakat.
Drama yang ditampilkan berhasil menyentuh hati para penonton. Alur cerita yang mengangkat kembali kisah perjuangan kopi Pattongko membuat suasana pertunjukan haru, bahkan sejumlah penonton tampak menangis dan terbawa emosi saat mengenang kembali perjuangan di balik kopi Pattongko.
Drama tersebut merupakan karya dengan ide cerita Zainal Abidin Ridwan dan disutradarai oleh Ika Amriyani. Adapun dua siswa yang tampil sebagai pemain yakni A. Sommeng R. Ibrahim dan Darul Afiyat.
Keikutsertaan siswa dalam Sewindu Kopi Sinjai tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan kemampuan seni teater, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan yang membawa pesan kepedulian sosial. Melalui penggalangan dana yang menjadi tema kegiatan, para peserta diajak untuk turut menunjukkan solidaritas kepada masyarakat yang terdampak gempa di NTT.
Kepala UPTD SMPN 7 Sinjai, H. Nahiruddin, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan siswa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kesempatan tampil dalam kegiatan publik menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun kepercayaan diri.
Oleh karena itu dia berharap, melalui kegiatan ini siswa dapat semakin percaya diri dalam mengembangkan bakat dan kreativitasnya, khususnya dalam bidang seni teater. Kemudian, diharapkan menjadi pengalaman berharga untuk belajar berkolaborasi, berkomunikasi, serta menumbuhkan kepedulian sosial melalui kegiatan penggalangan dana untuk korban gempa NTT.
Selain itu, pengalaman tersebut dapat mendorong siswa untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi yang dimiliki. “Semoga siswa dapat terus berkarya, berprestasi, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya,” tambahnya.
Penampilan “Meretas Asa” menjadi salah satu bentuk nyata bahwa seni teater dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan, menghidupkan kembali sebuah kisah perjuangan, sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial kepada generasi muda. (tya)