Sekolah Dikerja, SDN 33 Patalassang Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Rumah Warga
Kabarpendidikan.net -- Keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan semangat keluarga besar SD Negeri 33 Patalassang dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026). Upacara peringatan dilaksanakan di halaman salah satu rumah warga yang saat ini turut dimanfaatkan sebagai tempat pelaksanaan proses belajar mengajar sementara selama sekolah menjalani program revitalisasi.
SDN 33 Patalassang menggelar upacara hari kesaktian pancasila di halaman rumah warga, Kamis (1/10/2026)
Dengan kondisi sekolah yang masih dalam tahap pembenahan, pelaksanaan upacara di lingkungan masyarakat justru menghadirkan suasana yang penuh makna. Bendera Merah Putih dikibarkan di halaman rumah warga, sementara para peserta didik mengikuti rangkaian upacara dengan tertib dan penuh khidmat.
Kepala SDN 33 Patalassang, Hasan Rasyad, S.Pd mengatakan bahwa pelaksanaan upacara di tengah keterbatasan tersebut menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus memberikan pembelajaran nyata kepada peserta didik mengenai nilai-nilai pancasila.
“Menyelenggarakan Upacara Hari Kesaktian Pancasila di halaman rumah warga, yang juga difungsikan sebagai tempat belajar mengajar sementara—merupakan pengalaman yang sangat berkesan dan menyentuh hati,” ujar Hasan Rasyad.
Menurutnya, meskipun fasilitas sekolah masih terbatas akibat proses revitalisasi, hal tersebut tidak mengurangi kekhidmatan dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Sebaliknya, kondisi tersebut menjadi momentum untuk menanamkan nilai persatuan, gotong royong, dan ketangguhan kepada para peserta didik.
“Mengibarkan bendera Merah Putih di pekarangan rumah warga justru mempertegas makna Pancasila yang sesungguhnya: persatuan, gotong royong, dan ketangguhan,” lanjutnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan selama proses revitalisasi sekolah berlangsung. Kesediaan pemilik rumah untuk membuka akses halaman dan menjadikannya sebagai tempat kegiatan pendidikan dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap keberlangsungan pendidikan.
Dalam pelaksanaan upacara tersebut, para peserta didik tampak mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan tertib. Mereka berbaris rapi, menyanyikan lagu-lagu nasional dengan penuh semangat, serta mengikuti mengheningkan cipta dengan khusyuk.
Bagi pihak sekolah, pengalaman ini bukan sekadar pelaksanaan upacara di tempat yang berbeda, tetapi juga menjadi pembelajaran langsung bagi peserta didik bahwa keterbatasan sarana dan prasarana tidak boleh menjadi penghalang untuk menumbuhkan rasa nasionalisme maupun menjaga semangat belajar.
“Keikhlasan pemilik rumah yang membukakan pintu dan pekarangannya menjadi bukti nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat. Ini menjadi momen edukatif yang sangat berharga bahwa rasa nasionalisme dan semangat belajar tidak boleh terhalang oleh keterbatasan fisik bangunan,” pungkas Hasan Rasyad.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di SDN 33 Patalassang pun menjadi gambaran bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Di tengah proses revitalisasi sekolah, dukungan masyarakat dan semangat para pendidik serta peserta didik menjadi kekuatan untuk memastikan kegiatan pembelajaran dan pembentukan karakter tetap berjalan. (amar)