Tiga Guru Bulupoddo Tembus Wawancara Seleksi Apresiasi GTK 2026, Bawa Semangat Guru Inspiratif

Tiga guru asal Kecamatan Bulupoddo, Sarina Andi Hasbi, S.Pd., Sri Auliyaningsi, S.Pd., dan St. Hajar, S.Pd., mengikuti tes wawancara Seleksi Apresiasi GTK 2026 di Aula Handayani Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Jumat (2/10/2026).

KABARPENDIDIKAN.NET
— Tiga guru dari Kecamatan Bulupoddo berhasil melewati tahapan seleksi administrasi dan kini mengikuti tes wawancara Seleksi Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) 2026 yang digelar di Aula Handayani, Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Jumat (2/10/2026).

‎Ketiga guru tersebut yakni Sarina Andi Hasbi, S.Pd. dari SDN 83 Aruhu, Sri Auliyaningsi, S.Pd. dari SDN 196 Mangasa, serta St. Hajar, S.Pd. dari UPTD SMPN 13 Sinjai.

‎Keikutsertaan mereka menjadi bagian dari tahapan seleksi program Apresiasi GTK 2026, sebuah program penghargaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memberikan apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan yang menunjukkan dedikasi, inovasi, serta praktik inspiratif dalam menjalankan tugas pendidikan.

‎Bagi ketiga guru tersebut, lolos seleksi administrasi dan melanjutkan ke tahap wawancara menjadi kesempatan untuk menyampaikan pengalaman, praktik baik, serta kontribusi yang telah dilakukan dalam mendampingi peserta didik dan mengembangkan lingkungan pembelajaran di sekolah.

‎Sarina Andi Hasbi mengaku bersyukur dapat mengikuti tahapan wawancara tersebut. Menurutnya, proses seleksi bukan semata-mata tentang meraih penghargaan, tetapi juga menjadi ruang untuk merefleksikan berbagai pengalaman selama menjalankan tugas sebagai pendidik.

‎“Saya bersyukur bisa sampai pada tahap wawancara ini. Bagi saya, kesempatan ini menjadi pengalaman berharga untuk berbagi praktik baik yang selama ini kami lakukan di sekolah. Apa pun hasilnya nanti, saya berharap proses ini menjadi motivasi untuk terus belajar, berinovasi, dan memberikan yang terbaik bagi peserta didik,” ujar Sarina.

‎Ia juga berharap keikutsertaannya dapat menjadi penyemangat bagi guru lainnya, khususnya di wilayah Bulupoddo, untuk terus mengembangkan kompetensi dan menghadirkan pembelajaran yang memberikan dampak positif bagi peserta didik.

‎Tahapan wawancara tersebut sekaligus menjadi momentum bagi para peserta untuk menunjukkan komitmen, pengalaman, dan praktik baik yang telah mereka lakukan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.

‎Keberadaan tiga guru asal Bulupoddo pada tahap wawancara Apresiasi GTK 2026 turut menunjukkan adanya semangat dari para pendidik di wilayah tersebut untuk terus berkembang dan mengambil peran dalam menghadirkan praktik pendidikan yang inspiratif. (Azhar)

‎