![]() |
| Kepala UPTD SMPN 18 Sinjai, Bahtiar B |
KABARPENDIDIKAN.ONLINE, SINJAI -- Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 18 Sinjai menggagas inovasi supervisi pembelajaran berbasis digital. Inovasi ini dilahirkan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Kepala UPTD SMPN 18 Sinjai, Bahtiar B mengatakan, inovasi yang ia telorkan tersebut diberi nama Optimalisasi dan Fleksibilitas Instrumen Supervisi Pembelajaran Berbasis Google Sheets dan CMS Wordpress. Dengan memanfaatkan digital dalam melakukan supervisi pembelajaran di sekolah.
Menurut Bahtiar, kebijakan merdeka belajar sebagai wujud transformasi pengelolaan pendidikan menempatkan peserta didik sebagai orientasi utama dalam kegiatan pembelajaran. Sehingga, kepala sekolah sebagai supervisor diharapkan mampu membantu guru meningkatkan kapasitasnya untuk membelajarkan peserta didik secara optimal.
"Kegiatan supervisi pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan pun perlu dikelola dengan baik sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif dan efisien," beber Bahtiar, Sabtu (19/8/2023).
Atas dasar itu, ia menemukan ide supervisi pembelajaran berbasis digital yang menitik beratkan pada pemantauan, pembinaan dan pembimbingan pengawas, supervisor, kepala sekolah dan pembina lainnya terhadap kegiatan akademik. Dengan menerapkan perangkat dan aplikasi digital melalui microsoft teams, zoom meetings, discord, google meets, google classroom, whatsapp group, line, easy class serta perangkat dan aplikasi lainnya yang relevan dengan pengelolaan supervisi akademik.
"Salah satu alternatif platform instrumen supervisi pembelajaran agar optimal dan fleksibel adalah dengan menggunakan google sheets sebagai penyimpanan/basis data dan Content management System (CMS) Wordpress untuk media umpan balik atau publikasi terhadap guru yang disupervisi," jelasnya.
Sebelum inovasi ini diterapkan, pelaksanaan supervisi pembelajaran di UPTD SMPN 18 Sinjai masih menggunakan instrumen berbasis kertas seperti pada umumnya. Misalnya, memuat daftar pertanyaan yang bertujuan mendata apakah proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru sesuai dengan rencana program pembelajaran (RPP) atau modul ajar dalam Kurikulum Merdeka yang telah diprogramkan.
Lalu, setelah diterapkan menggunakan google sheets dan CMS Wordpress, maka dengan ponsel pintar atau PC/laptop kepala sekolah dapat mengumpul data supervisi dengan cepat dan efisien. "Melalui desktop atau laptop, hasil supervisi pembelajaran dicetak untuk dokumentasi atau umpan balik terhadap guru yang disupervisi, supervisi dilakukan dengan cepat dan efisien," urainya.
Bahtiar membeberkan keunggulan menggunakan aplikasi ini. Diantaranya, melalui blog atau website berbasis CMS wordpress hasil supervisi dapat dipublikasi dengan menyematkan link instrumen supervisi dari google sheets.
Kemudian, dia menggunakan jenis CMS wordpress karena fleksibel dalam penggunaannya. Guru yang disupervisi juga mudah mengamati hasil supervisi untuk pedoman sebagai bahan perbaikan selanjutnya. "Kombinasi kedua aplikasi CMS wordpress dan Google sheets terbukti dapat memudahkan pelaksanaan supervisi pembelajaran dalam hal kecepatan, dan akurasi data dalam rangka pengambilan keputusan untuk rencana tindak lanjut," tambahnya.
Diketahui, inovasi yang digagas oleh Bahtiar ini mengikuti ajang Innovative Government Awards (IGA) tahun 2023 Kementerian Dalam Negeri. Proses verifikasi berkas pun tengah dilakukan bersama sejumlah inovasi lainnya yang turut berpartisipasi dari Kabupaten Sinjai. (*)
