Bantu Pemerintah Entaskan Kemiskinan, SD 103 Bontompare Galakkan Program Member Simpel

Kabar Pendidikan
0

Penyerahan bantuan kepada orang tua siswa dari hasil program Member Simpel SD 103 Bontompare beberapa waktu lalu. 

KABARPENDIDIKAN.ONLINE, SINJAI -- Sekolah Dasar Negeri (SDN) 103 Bontompare, Kecamatan Sinjai Utara sejak tahun lalu menggalakkan program menabung berbagi dan simpanan pelajar (Member Simpel). Langkah ini dilakukan agar dapat membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.


Kepala SDN 103 Bontompare, Edy Syukri, S.Pd.,M.Pd mengatakan, program yang dilaksanakan ini mengedukasi peserta didik untuk menabung sejak dini. Dimana setiap hari, siswa diminta secara sukarela untuk menabung uang yang dibawa ke sekolah ke wali kelas.

Uang yang ditabung pun Rp500 per hari. Namun, pihak sekolah tidak mewajibkan siswa-siswi untuk menghindari kesan pemaksaan. "Jadi kita didik untuk menabung Rp500 per hari tapi kita tidak paksa, yang ada saja," bebernya, Selasa (22/8/2023).

Uang yang ditabung tersebut akan dikumpul setiap bulan. Setelah itu akan diberikan kepada orang tua siswa yang kurang mampu. Proses penentuan penerima pun melalui musyawarah antara sekolah dan komite sekolah.

"Siswa kami sekitar 300 orang, kalau ada 100 orang menabung tiap hari dikali sebulan pasti besar dan itulah kami berikan ke orang tua siswa agar bisa meringankan kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Program ini pun dinilai dapat membantu pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan. Termasuk dapat menanamkan karakter kepedulian kepada siswa dengan mengajak menabung tiap hari.

Selain menabung berbagi, siswa SD 103 juga menabung reguler melalui Simpanan Pelajar (Simpel). Setiap siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dibuatkan rekening dari Bank Sulselbar untuk menyimpan uang yang ditabungnya.

"Anak-anak dibiasakan tiap hari untuk menabung dari uang jajannya kelak nanti tabungannya akan menjadi banyak dan bisa dimanfaatkan untuk hal-hal positif termasuk tambahan biaya sekolah jika suatu saat dibutuhkan," ungkapnya.

Proses penyetoran uang ke rekening pun dilakukan dengan siswa menyetor tabungan ke wali kelas. Lalu tabungan peserta didik disetor melalui layanan oto kas milik Bank Sulselbar yang datang ke sekolah.

"Biasanya dua kali dalam sebulan kami setor karena guru juga takut kalau tabungannya anak-anak sudah banyak nanti hilang atau khilaf dibelanjakan, dan lain-lain," kuncinya. (*)
Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)