K
![]() |
| Siswa SDN 103 Bontompare melakukan Outin Class di Bank Sulselbar Cabang Sinjai, Senin (7/8/2023) |
ABARPENDIDIKAN.ONLINE, SINJAI -- Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 103 Bontompare, Kecamatan Sinjai Utara berkunjung ke Bank Pemerintah Daerah (BPD) Sulselbar Cabang Sinjai, Senin, 7 Agustus, kemarin. Di sana mereka diajarkan bagaimana cara bertransaksi atau menabung di bank.
Kepala SDN 103 Bontompare, Edy Syukri, S.Pd.,M.Pd mengatakan, pihaknya mengemas kunjungan tersebut dengan Outin Class, sebagai tindak lanjut dari program Menabung Berbagi dan Simpanan Pelajar (Menber SimPel) yang digagas oleh sekolahnya.
Tujuannya, untuk memberikan pelajaran kontekstual peserta didik dengan mengajarkan secara langsung cara bertransaksi di bank. Mulai dari masuk, antre di teller, hingga proses menabung.
Selain itu peserta didik juga mendapatkan pengetahuan lebih luas tentang manfaat dari menabung secara langsung dari pihak Bank Sulselbar. "Anak-anak juga dikenalkan secara dini tentang dunia kerja di perbankan, sehingga mereka akan mendapatkan pilihan kerja kelak nanti," beber Edy Syukri, Selasa (8/8/2023).
Menber SimPel sendiri merupakan program yang digagas untuk mengedukasi peserta didik untuk gemar menabung sejak dini. Mereka menabung dari uang jajan yang dibawa ke sekolah yang diberikan orang tuanya.
Melalui program ini, siswa diajarkan agar dapat menghemat uangnya. "Jika diberikan uang jajan oleh orang tua maka uang jajan tersebut jangan dibelanjakan semua akan tetapi sebagian ditabung melalui simpanan pelajar (SimPel) Bank BPD," jelasnya.
Oleh karena itu, siswa akan dibiasakan menabung tiap hari dan kelak akan menjadi banyak dan bisa dimanfaatkan untuk hal-hal positif. Termasuk tambahan biaya sekolah jika suatu saat dibutuhkan. "Melalui program ini masing-masing anak memiliki rekening dan buku tabungan sendiri," bebernya.
![]() |
| Kepala Dinas Pendidikan Sinjai, Irwan Suiab meyalurkan tabungan siswa kepada anak-anak kurang mampu |
Bukan hanya itu, program ini juga mengajarkan anak-anak untuk berbagi sejak dini. Uang jajan yang berlebih selain ditabung ke SimPel, mereka juga diajak untuk menabung untuk berbagi dengan cara menyisihkan uang jajan Rp500 atau disetorkan ke wali kelas masing-masing.
Meski terlihat sedikit, namun jumlahnya akan besar jika terkumpul selama satu bulan. Sehingga tabungan tersebut akan disalurkan kepada anak kurang mampu. "Penentuan siapa yang akan mendapatkan bantuan berdasarkan hasil rapat dengan dewan guru dan ketua komite sekolah," tambahnya.
Dia pun berharap Program Menber Simpel ini akan menumbuhkan generasi yang memiliki karakter sederhana, memiliki empati dan jiwa sosial tinggi. (*)

