Angkat Kisah “Polandok Sibawa Buaja”, Siswa SDN 125 Karampue Raih Juara II Mendongeng Bahasa Bugis di FTBI 2026
Kabarpendidikan.net -- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SD Negeri 125 Karampue dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Sinjai Utara Tahun 2026. Salah satu peserta didiknya, Muhammad Dzakir Khafadi, berhasil meraih Juara II Lomba Mendongeng Bahasa Daerah dengan membawakan cerita berbahasa Bugis berjudul “Polandok Sibawa Buaja”.
SDN 125 Karampue meraih juara II lomba mendongeng FTBI Sinjai Utara, Selasa (13/10/2026)
Kegiatan yang berlangsung pada 12–13 Oktober 2026 di SD Negeri No. 1 Balangnipa tersebut menjadi wadah bagi peserta didik dari berbagai sekolah dasar se-Kecamatan Sinjai Utara untuk menampilkan kemampuan, kreativitas, serta kecintaan terhadap bahasa dan sastra daerah, khususnya bahasa Bugis.
Keberhasilan Muhammad Dzakir Khafadi menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SD Negeri 125 Karampue. Melalui cerita “Polandok Sibawa Buaja”, ia menunjukkan kemampuan mendongeng sekaligus keberanian tampil di hadapan publik dengan menggunakan bahasa daerah sebagai sarana menyampaikan cerita dan pesan budaya.
Kepala SD Negeri 125 Karampue, Abdul Malik, S.Ag., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian peserta didiknya yang berhasil mengharumkan nama sekolah dalam ajang tersebut.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih ananda Muhammad Dzakir Khafadi. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa anak-anak kita memiliki potensi besar untuk berprestasi sekaligus menjaga kelestarian bahasa daerah. Kami berharap pencapaian ini menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus belajar, berani tampil, dan mengembangkan kemampuan mereka," ungkapnya.
Menurut Abdul Malik, FTBI bukan sekadar ajang perlombaan untuk meraih kemenangan, melainkan sarana pendidikan yang memiliki peran penting dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu dan warisan budaya leluhur.
Ia menilai bahwa kemampuan mendongeng menggunakan bahasa Bugis perlu terus dikembangkan karena dapat melatih keterampilan berbicara, meningkatkan rasa percaya diri, mengasah kreativitas, serta memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada peserta didik sejak usia dini.
"Harapan kami, melalui kegiatan FTBI ini, semakin banyak peserta didik yang tertarik mempelajari bahasa daerah, bukan hanya saat mengikuti pembelajaran di sekolah, tetapi juga membiasakan diri menggunakannya di lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan begitu, upaya pelestarian bahasa Bugis tidak berhenti di ruang kelas, melainkan terus hidup dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.
Sementara itu, Muhammad Dzakir Khafadi mengungkapkan, keikutsertaannya dalam FTBI 2026 memberikan pengalaman berharga, terutama dalam membangun keberanian dan kepercayaan diri saat tampil di depan umum.
"Melalui kegiatan ini, saya menjadi lebih percaya diri untuk tampil di depan banyak orang. Saya juga belajar mengenal dan menghargai perbedaan budaya serta semakin bangga menggunakan bahasa daerah. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan agar bahasa daerah kita tidak dilupakan oleh generasi muda," ungkapnya.
Abdul Malik juga menyampaikan apresiasi kepada guru pembimbing yang telah mendampingi dan memberikan motivasi kepada peserta didik, serta kepada penyelenggara dan panitia yang telah menyukseskan pelaksanaan FTBI Tingkat SD Kecamatan Sinjai Utara Tahun 2026.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat, meningkatkan kemampuan berbahasa daerah, sekaligus mempererat kebersamaan antarsekolah.
"Kepada ananda Muhammad Dzakir Khafadi, teruslah belajar dan jangan cepat berpuas diri. Jadikan prestasi ini sebagai langkah awal untuk meraih keberhasilan yang lebih tinggi. Kami ingin anak-anak SD Negeri 125 Karampue tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, percaya diri, dan tetap bangga terhadap bahasa serta budaya daerahnya," pesannya.
Keberhasilan Muhammad Dzakir Khafadi meraih Juara II melalui dongeng “Polandok Sibawa Buaja” menjadi bukti bahwa bahasa Bugis tetap memiliki tempat istimewa di hati generasi muda. Dari panggung FTBI 2026, SD Negeri 125 Karampue menunjukkan bahwa melestarikan bahasa ibu bukan sekadar menjaga warisan masa lalu, tetapi juga membangun identitas dan kebanggaan generasi masa depan. (tya)