Belajar Ekosistem Lewat Diorama, Siswa SDN 196 Mangasa Kenali Komponen Biotik dan Abiotik

Peserta didik kelas III SD Negeri 196 Mangasa, Kecamatan Bulupoddo, mengikuti pembelajaran tentang komponen biotik dan abiotik ekosistem melalui kegiatan pembuatan diorama bersama guru kelas, Sri Auliyaningsi, S.Pd.Gr. pada Selasa (6/10/26)

KABARPENDIDIKAN.NET
— Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SD Negeri 196 Mangasa, Kecamatan Bulupoddo, berlangsung kreatif dan kontekstual. Peserta didik kelas III diajak memahami konsep ekosistem melalui kegiatan mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik sekaligus membuat diorama ekosistem pada Selasa (6/10/26).

Kegiatan tersebut dipandu oleh guru kelas III, Sri Auliyaningsi, S.Pd.Gr., dengan melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga diajak mengamati, mengidentifikasi, dan merepresentasikan ekosistem dalam bentuk karya tiga dimensi.

Dalam proses pembelajaran, peserta didik terlebih dahulu mengenali berbagai komponen yang terdapat dalam ekosistem. Komponen biotik meliputi makhluk hidup seperti tumbuhan dan hewan, sedangkan komponen abiotik mencakup unsur tidak hidup seperti tanah, air, batu, udara, dan cahaya matahari.

Setelah memahami kedua jenis komponen tersebut, siswa kemudian menuangkan pemahamannya melalui pembuatan diorama ekosistem. Setiap peserta didik diberikan kesempatan untuk berkreasi dalam menyusun berbagai unsur ekosistem sehingga membentuk gambaran lingkungan yang utuh.

Menurut Sri Auliyaningsi, pembelajaran dengan pendekatan praktik dan proyek sederhana dapat membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah karena mereka terlibat langsung dalam proses pembelajaran.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya memahami ekosistem melalui penjelasan, tetapi juga melihat dan membuat sendiri gambaran ekosistem tersebut. Dengan membuat diorama, mereka dapat membedakan komponen biotik dan abiotik sekaligus belajar berkreasi,” ujar Sri.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk melatih keterampilan siswa dalam mengamati lingkungan, bekerja secara mandiri, mengembangkan kreativitas, serta menyampaikan hasil pemahamannya.

Pembelajaran berbasis karya seperti ini diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan sekaligus memperkuat pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari.

Melalui kegiatan tersebut, SD Negeri 196 Mangasa terus mendorong pembelajaran yang aktif, kreatif, dan bermakna, dengan memberikan ruang kepada peserta didik untuk belajar melalui pengalaman langsung. (Azhar)