Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 Kecamatan Sinjai Borong Resmi Dibuka, Generasi Muda Diajak Lestarikan Bahasa Daerah Generasi Muda Diajak Lestarikan Bahasa Daerah

Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 Kecamatan Sinjai Borong Resmi Dibuka, Senin (12/10/2026)
Kabarpendidikan.net Semangat melestarikan bahasa dan budaya daerah kembali digaungkan melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2026 Tingkat Kecamatan Sinjai Borong. Kegiatan yang mempertemukan para peserta didik dalam berbagai kompetisi kebahasaan dan kesenian daerah tersebut resmi dibuka oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan Kecamatan Sinjai Borong, Amran Amin, S.Pd., M.Pd.

FTBI 2026 menjadi salah satu wadah bagi peserta didik untuk mengenal, menggunakan, mencintai, sekaligus menunjukkan kemampuan mereka dalam bahasa daerah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan bahasa ibu agar tetap hidup dan dekat dengan generasi muda di tengah perkembangan zaman.

Pembukaan festival turut dihadiri Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Sinjai Borong, Ambo Rappe, S.Pd, Ketua Panitia Pelaksana Taufik Akbar, S.Pd., jajaran kepala sekolah, guru pendamping, serta panitia penyelenggara.

Kehadiran berbagai unsur pendidikan tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan FTBI sebagai ruang pembelajaran sekaligus apresiasi terhadap bahasa dan budaya daerah.

Ketua Panitia Pelaksana, Taufik Akbar, S.Pd menyampaikan bahwa FTBI 2026 tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah untuk menggali potensi, kreativitas, dan keberanian peserta didik dalam menggunakan bahasa ibu.

Menurutnya, melalui berbagai cabang lomba yang disiapkan, peserta didik diberikan kesempatan untuk menampilkan kemampuan terbaik sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan bahasa dan seni daerah.

“FTBI menjadi wadah bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat, kreativitas dan kecintaan mereka terhadap bahasa ibu. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.

Sementara itu, Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Sinjai Borong Amran Amin, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi terselenggaranya FTBI 2026 dan berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kebanggaan peserta didik terhadap bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya.

Ia mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya melihat FTBI sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai kesempatan untuk belajar dan menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya yang dimiliki.

“Harapan kita, melalui Festival Tunas Bahasa Ibu ini, tumbuh rasa bangga pada diri generasi muda untuk mencintai, menggunakan dan melestarikan bahasa daerah. Bahasa ibu merupakan bagian dari identitas dan kekayaan budaya bangsa yang harus terus dijaga,” ungkapnya.

Dengan semangat kolaborasi antara sekolah, guru, peserta didik dan panitia, FTBI 2026 Kecamatan Sinjai Borong diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap bahasa dan budaya daerah.

Dari panggung FTBI, bahasa ibu kembali menemukan ruang di hati generasi muda. Karena ketika bahasa daerah tetap hidup di tengah generasi penerus, maka identitas budaya pun akan terus terjaga. (yaya)