Juara III Lomba Komedi Tunggal FTBI Sinjai Utara, SDN 90 Mattumpu Buktikan Talenta

Siswa SDN 90 Mattumpu, Nurul Azkia meraih juara III komedi tunggal FTBI Sinjai Utara, Selasa (13/10/2026)
Kabarpendidikan.net – Membawakan komedi berbahasa Bugis, siswa SD Negeri 90 Mattumpu, Nurul Azkia, berhasil meraih Juara III kategori komedi tunggal pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Sinjai Utara, Senin, 12 Oktober 2026, di SD Negeri No. 1 Balangnipa. Prestasi ini menjadi bukti kreativitas siswa dalam mengangkat bahasa daerah melalui seni komedi sekaligus upaya melestarikan budaya Bugis sejak dini.

Keberhasilan tersebut diraih melalui persiapan dan latihan rutin bersama guru pembimbing, Harfinagusyana, S.Pd. Latihan mencakup penyusunan materi komedi berbahasa Bugis, penghayatan, ekspresi, intonasi, hingga keberanian tampil di depan penonton.

Dengan pendampingan yang konsisten, Nurul Azkia mampu menunjukkan kreativitas dan keberanian di atas panggung hingga berhasil meraih posisi ketiga dalam ajang yang diselenggarakan oleh panitia FTBI Kecamatan Sinjai Utara tersebut.

Kepala SDN 90 Mattumpu, Firman, S.Pd mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas prestasi yang diraih siswanya. Menurutnya, pencapaian ini menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus mengembangkan bakat dan kreativitas peserta didik sekaligus menanamkan kecintaan terhadap bahasa daerah Bugis.

Ia berharap prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga mendorong siswa lainnya agar berani berkompetisi, mengembangkan potensi diri, dan terus mengukir prestasi di berbagai bidang.

“Harapan kami, prestasi ini dapat terus ditingkatkan dan menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk berani berkompetisi. Kami juga ingin menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya Bugis agar tetap lestari sebagai warisan budaya yang harus dijaga,” ungkap Firman.

Prestasi Nurul Azkia menunjukkan bahwa pelestarian bahasa daerah dapat dilakukan melalui cara yang kreatif, menarik, dan dekat dengan dunia anak. Melalui komedi tunggal, bahasa Bugis tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi media ekspresi, hiburan, dan pengenalan budaya kepada generasi muda.

SDN 90 Mattumpu berharap capaian ini menjadi langkah awal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi sekaligus memperkuat komitmen sekolah dalam mendukung pengembangan bakat siswa dan pelestarian bahasa serta budaya daerah. (ela)