Polisi Tekankan Bijak Bermedia Sosial dan Anti-Bullying di SDN 3 Balangnipa
Kabarpendidikan.net -- Jangan mudah percaya informasi di internet, jangan ikut-ikutan melakukan bullying, dan jangan abaikan aturan. Pesan itu ditegaskan Kanit Binmas Polsek Sinjai Utara, Aiptu Catur Wahyu Anggono, di hadapan murid SDN 3 Balangnipa saat menjadi Pembina Upacara Bendera, Senin (5/10/2026).
Jajaran SDN 3 Balangnipa foto bersama dengan Kanit Binmas Polsek Sinjai Utara, Aiptu Catur Wahyu Anggono, Senin (5/10/2026)
Di tengah perkembangan teknologi dan pergaulan anak yang semakin kompleks, Aiptu Catur mengingatkan murid agar mampu menggunakan internet secara bijak serta menyikapi setiap informasi dengan lebih kritis. Menurutnya, anak-anak perlu memahami bahwa tidak semua informasi yang beredar di dunia maya dapat dipercaya begitu saja.
Pesan pembinaan juga diarahkan pada kehidupan murid di lingkungan sekolah. Aiptu Catur mengajak mereka untuk menjauhi tindakan kekerasan dan bullying, sekaligus membangun kebiasaan positif dengan rajin belajar serta menghormati orang tua dan guru.
Tak hanya soal perilaku di sekolah dan ruang digital, kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas turut menjadi perhatian. Murid diingatkan untuk mengenal dan menaati aturan sejak dini sebagai bagian dari pembentukan sikap disiplin dan bertanggung jawab.
Upacara tersebut diikuti oleh pendidik dan tenaga kependidikan serta murid SDN 3 Balangnipa. Kehadiran Kanit Binmas Polsek Sinjai Utara menjadi bagian dari sinergi antara kepolisian dan satuan pendidikan dalam memberikan edukasi serta pembinaan karakter kepada peserta didik.
Kepala SDN 3 Balangnipa, Sutriany Syam, S.Pd menyambut baik keterlibatan pihak kepolisian dalam kegiatan sekolah. Menurutnya, kolaborasi tersebut memberikan kesempatan kepada murid untuk mendapatkan pembinaan secara langsung dari pihak yang berkompeten.
“Sinergi antara kepolisian dan satuan pendidikan sangat penting dalam mendukung pembentukan karakter murid. Kami berharap nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, ketertiban, dan semangat kebangsaan dapat tertanam sejak usia sekolah dasar,” ujar Sutriany.
Ia berharap pembinaan semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga pesan yang diterima murid tidak berhenti pada kegiatan upacara, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen SDN 3 Balangnipa untuk membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesadaran murid sebagai generasi penerus bangsa. (ela)