Rawat Budaya Kolaborasi, SDN 226 Saukangnge Aktifkan Kombel Masseddi Atie

SDN 226 Saukangnge mengaktifkan Kombel Masseddi Atie sebagai upaya merawat budaya kolaborasi di lingkungan sekolah, Kamis (8/10/2026)
Kabarpendidikan.net — Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperbaiki capaian Rapor Pendidikan terus dilakukan oleh berbagai satuan pendidikan. Di Kabupaten Sinjai, SD Negeri No. 226 Saukangnge memilih memperkuat budaya kolaborasi antarpendidik melalui Komunitas Belajar atau Kombel “Masseddi Atie”.

Kombel Masseddi Atie secara rutin menggelar kegiatan refleksi dan berbagi praktik baik setiap dua minggu sekali. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang kantor SD Negeri No. 226 Saukangnge dan diikuti oleh kepala sekolah, seluruh guru wali kelas I hingga VI, guru mata pelajaran serta tenaga kependidikan.

Pertemuan dilaksanakan setiap dua minggu sekali pada hari Senin setelah proses pembelajaran selesai. Waktu tersebut dimanfaatkan untuk berdiskusi, melakukan refleksi serta berbagi pengalaman dalam menghadapi berbagai dinamika pembelajaran di kelas.

Kegiatan ini digagas oleh Kepala SD Negeri No. 226 Saukangnge sebagai wadah untuk memperkuat kolaborasi sekaligus membangun kedekatan dan komunikasi antarguru serta tenaga kependidikan. 

Dalam setiap pertemuan, anggota Kombel secara bergantian dapat menjadi narasumber untuk memaparkan strategi mengajar, inovasi pembelajaran, penggunaan aplikasi pembelajaran maupun solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi di kelas.

Kepala SD Negeri No. 226 Saukangnge, Firdaus MK, S.Pd menegaskan pentingnya menjaga konsistensi kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun budaya kolaborasi di lingkungan sekolah.

“Kegiatan ini harus selalu rutin dilaksanakan demi merawat persatuan dan kolaborasi antar guru. Melalui wadah ini, guru memiliki ruang untuk menyampaikan keluh kesah dan berbagai tantangan yang dihadapi di kelas dengan karakteristik murid yang beragam. Selanjutnya, guru lain dapat memberikan masukan dan tanggapan sehingga tercipta komunikasi dan kolaborasi yang terarah,” ujar Firdaus MK.

Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk membahas permasalahan pembelajaran, tetapi juga menjadi tempat untuk saling berbagi praktik baik, baik dalam metode pembelajaran, pemanfaatan aplikasi maupun implementasi berbagai inovasi pembelajaran.

Kolaborasi yang terbangun diharapkan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan prestasi peserta didik, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Dengan saling berbagi pengalaman dan solusi, guru dapat memperkaya strategi pembelajaran serta menyesuaikannya dengan kebutuhan peserta didik.

Melalui Kombel Masseddi Atie, SD Negeri No. 226 Saukangnge berupaya menciptakan iklim belajar yang inklusif dan kolaboratif. Forum rutin tersebut diharapkan tidak hanya mempererat kebersamaan antarpendidik, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pembelajaran yang pada akhirnya memberikan dampak positif terhadap tumbuh kembang dan prestasi peserta didik. (yaya)