SDN 248 Gori-Gori Gelar IHT Pembelajaran Mendalam, Perkuat Kompetensi Guru Hadirkan Pembelajaran Bermakna
Kabarpendidikan.net — Peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu kunci dalam menghadirkan pembelajaran yang berkualitas dan berpusat pada peserta didik. Semangat tersebut diwujudkan SD Negeri No. 248 Gori-Gori melalui kegiatan In House Training (IHT) bertema “Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang Bermakna dan Berkesadaran”, Selasa, 20 Oktober 2026.
SDB 248 Gori-Gori menggelar kegiatan In House Training untuk memperkuat kompetensi guru, Selasa (20/10/2026)
Kegiatan yang berlangsung di SD Negeri No. 248 Gori-Gori tersebut diikuti oleh pendidik dan tenaga kependidikan. Sebagai pemateri, kegiatan menghadirkan Amran, S.Pd.,M.Pd yang memberikan penguatan pemahaman kepada peserta mengenai penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam dalam proses belajar mengajar.
IHT ini menjadi ruang bagi para guru untuk memperkaya wawasan sekaligus melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran yang selama ini diterapkan di kelas. Pendekatan Pembelajaran Mendalam diarahkan agar proses belajar tidak sekadar mengejar penguasaan materi, tetapi mendorong peserta didik untuk memahami, menghayati, dan mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, guru didorong untuk merancang pembelajaran yang mampu membangun kemampuan berpikir kritis dan kreatif, mendorong kolaborasi, serta menghubungkan materi dengan konteks kehidupan peserta didik.
Selain itu, hasil IHT diharapkan dapat diterapkan secara nyata mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga asesmen pembelajaran. Dengan demikian, guru tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan secara teori, tetapi mampu membawa hasil pelatihan ke dalam praktik pembelajaran di kelas.
Kepala SD Negeri No. 248 Gori-Gori, Syahrul Arif, S.Pd berharap kegiatan IHT menjadi momentum bagi seluruh guru untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperbaiki praktik pembelajaran agar semakin berpusat pada peserta didik.
“Saya berharap melalui kegiatan IHT ini, seluruh guru dapat meningkatkan kompetensi dan pemahaman dalam menerapkan Pembelajaran Mendalam yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. Kegiatan ini hendaknya tidak berhenti pada penambahan pengetahuan, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam pembelajaran di kelas,” ujar Syahrul Arif.
Ia menambahkan, guru diharapkan terus melakukan refleksi, berinovasi, dan berkolaborasi untuk menciptakan pembelajaran yang mampu mendorong peserta didik menjadi pribadi yang aktif, kritis, kreatif, mandiri, dan berkarakter.
Menurutnya, keberhasilan pembelajaran bukan hanya terlihat dari kemampuan murid mengingat materi, tetapi juga dari kemampuan mereka memahami, menghayati, serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh.
Pelaksanaan IHT di SD Negeri No. 248 Gori-Gori menjadi bagian dari upaya sekolah membangun budaya belajar bagi para pendidik. Guru sebagai ujung tombak pembelajaran dituntut untuk terus mengembangkan kompetensi agar mampu merespons kebutuhan peserta didik dan perkembangan pendidikan.
Dengan semangat untuk terus belajar dan berkolaborasi, SD Negeri No. 248 Gori-Gori berkomitmen menjadikan Pembelajaran Mendalam sebagai salah satu pijakan untuk menghadirkan proses belajar yang lebih bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan.
Harapannya, setiap peserta didik dapat memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, kemandirian, kreativitas, dan kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan. (yaya)