SDN 29 Maroanging Manfaatkan Tali Rafia Pengikat MBG Menjadi Kemoceng Bernilai Guna
Kabarpendidikan.net -- SDN 29 Maroanging terus mendorong kreativitas dan kemandirian peserta didik melalui kegiatan ko-kurikuler Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas VI. Salah satu bentuk kreativitas yang dilakukan adalah memanfaatkan tali rafia bekas pengikat paket Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi kemoceng yang dapat digunakan kembali.
Siswa SDN 29 Maroanging memanfaatkan pengikat MBG menjadi kemoceng bernilai guna, Rabu (7/10/2026)
Kegiatan tersebut menjadi contoh sederhana bagaimana bahan yang sebelumnya dianggap tidak terpakai dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan manfaat fungsional. Melalui proses pembuatan kemoceng, peserta didik tidak hanya belajar menghasilkan sebuah kerajinan tangan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam memanfaatkan barang bekas secara kreatif.
Kepala SDN 29 Maroanging, Hj. Nur Andryanti, S.Pd.SD mengapresiasi kreativitas peserta didik dalam memanfaatkan bahan sederhana maupun bahan daur ulang menjadi produk yang bernilai guna.
“Kami sangat mengapresiasi pemanfaatan bahan sederhana atau daur ulang menjadi produk yang memiliki nilai guna fungsional, seperti kemoceng. Kegiatan ini merupakan bentuk kreativitas yang sangat baik dan dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.”
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana efektif untuk melatih berbagai keterampilan peserta didik, khususnya keterampilan motorik halus, ketekunan, serta kemampuan bekerja sama.
Selain itu, pemanfaatan bahan bekas dalam kegiatan kerajinan tangan dapat menjadi bagian dari pembiasaan kemandirian sekaligus edukasi kewirausahaan sejak dini. Peserta didik diperkenalkan pada proses sederhana mulai dari melihat potensi bahan yang tersedia, mengolahnya, hingga menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan karena selain melatih kreativitas dan keterampilan, juga menanamkan sikap mandiri serta mengenalkan nilai-nilai kewirausahaan kepada anak sejak dini,” tambahnya.
Kegiatan ko-kurikuler PAI kelas VI di SDN 29 Maroanging tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran dapat dikembangkan secara kreatif melalui pemanfaatan lingkungan sekitar. Dari bahan sederhana yang sebelumnya tidak terpakai, peserta didik mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai edukatif.
Langkah sederhana tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membentuk peserta didik yang kreatif, terampil, mandiri, peduli terhadap lingkungan, serta mampu melihat peluang dari berbagai hal yang ada di sekitarnya. (amar)