Tampil Gemilang di FTBI 2026, SMPN 5 Sinjai Sabet 6 Juara dan Harumkan Nama Sekolah
Kabarpendidikan.net -- UPTD SMP Negeri 5 Sinjai kembali mengukir prestasi membanggakan dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat SMP se-Kecamatan Sinjai Utara Tahun 2026. Sekolah ini berhasil memborong enam gelar juara dari berbagai cabang lomba berbahasa Bugis, sekaligus menunjukkan kemampuan dan kreativitas peserta didik dalam melestarikan bahasa daerah.
Enam siswa SMPN 5 Sinjai meraih juara di ajang FTBI Sinjai Utara, Selasa (13/10/2026)
Dari enam gelar yang berhasil diraih, dua di antaranya merupakan juara pertama dan empat lainnya juara kedua. Capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar UPTD SMPN 5 Sinjai sekaligus membuktikan bahwa semangat belajar, kerja keras, dan pembinaan yang berkelanjutan mampu melahirkan siswa berprestasi.
Adapun prestasi yang berhasil diraih yakni Juara II Lomba Pidato Bahasa Bugis Putra, Juara I Lomba Mendongeng Bahasa Bugis Putra, Juara II Lomba Komedi Tunggal Bahasa Bugis Putra, serta Juara II Lomba Komedi Tunggal Bahasa Bugis Putri.
Tidak hanya itu, siswa UPTD SMPN 5 Sinjai juga menunjukkan kemampuan dalam bidang sastra dengan meraih Juara II Lomba Menulis Cerpen Bahasa Bugis Putra dan Juara I Lomba Menulis Cerpen Bahasa Bugis Putri.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa peserta didik UPTD SMPN 5 Sinjai tidak hanya mampu bersaing dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan bahasa, sastra, seni, dan budaya daerah.
Kepala UPTD SMPN 5 Sinjai, Dr. Ilham Nur, S.Pd., M.Pd menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas pencapaian para siswanya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras peserta didik, pendampingan guru pembina, serta dukungan seluruh warga sekolah.
"Kami sangat bangga dan bersyukur atas prestasi yang berhasil diraih anak-anak kami. Enam gelar juara pada FTBI 2026 merupakan pencapaian yang membanggakan sekaligus menjadi bukti bahwa siswa UPTD SMPN 5 Sinjai memiliki potensi, kreativitas, dan kemampuan untuk bersaing serta menunjukkan prestasi terbaiknya," ungkap Dr. Ilham Nur.
Ia menegaskan bahwa keikutsertaan siswa dalam Festival Tunas Bahasa Ibu tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah sejak dini.
"Prestasi ini bukan hanya tentang meraih piala dan gelar juara, tetapi bagaimana anak-anak kita mampu menunjukkan bahwa bahasa Bugis tetap hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan generasi muda. Kami ingin melahirkan peserta didik yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian bahasa dan budaya daerah," jelasnya.
Menurutnya, FTBI merupakan wadah positif bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, meningkatkan rasa percaya diri, mengasah kreativitas, serta memperluas wawasan tentang kekayaan bahasa dan sastra daerah.
Melalui cabang lomba pidato, mendongeng, komedi tunggal, hingga menulis cerpen, para siswa mendapatkan kesempatan untuk mengekspresikan gagasan, menyampaikan pesan moral, dan menunjukkan kemampuan berbahasa Bugis dengan cara yang kreatif dan menarik.
Dr. Ilham Nur juga menyampaikan apresiasi kepada para guru pembina yang telah memberikan pendampingan dan motivasi kepada peserta didik selama persiapan hingga pelaksanaan perlombaan.
"Terima kasih kepada seluruh guru pembina yang telah bekerja keras membimbing anak-anak kita. Kami berharap prestasi ini tidak membuat mereka cepat berpuas diri, tetapi justru menjadi motivasi untuk terus belajar, berlatih, dan meningkatkan kemampuan agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi pada kesempatan berikutnya," pesannya.
Lebih lanjut, ia berharap Festival Tunas Bahasa Ibu terus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, menggunakan, dan mencintai bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.
"Jangan pernah malu menggunakan bahasa Bugis. Bahasa daerah adalah identitas, kekayaan budaya, sekaligus warisan berharga yang harus kita jaga bersama. Melalui generasi muda yang mencintai bahasa ibunya, kita optimistis bahasa dan budaya daerah akan terus lestari di tengah perkembangan zaman," tambahnya.
Keberhasilan meraih enam gelar juara ini semakin memperkuat semangat UPTD SMPN 5 Sinjai dalam mengembangkan potensi peserta didik, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Pihak sekolah berharap pencapaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus berani tampil, berkarya, dan mengharumkan nama sekolah.
Dengan torehan dua juara pertama dan empat juara kedua pada FTBI 2026, UPTD SMPN 5 Sinjai membuktikan bahwa prestasi dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan. Keberhasilan ini bukan sekadar kemenangan dalam perlombaan, melainkan langkah nyata dalam menyiapkan generasi muda yang cerdas, kreatif, berprestasi, serta bangga menjadikan bahasa Bugis sebagai bagian dari identitas dan jati dirinya. (tya)