SD Negeri 101 Bulu-Bulu Terus Ukir Prestasi, Diusulkan Menjadi Calon Sekolah Adiwiyata Nasional
Kabarpendidikan.net – SD Negeri 101 Bulu-Bulu, Desa Bulutellue, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, kembali menorehkan prestasi membanggakan. Setelah berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2024, sekolah ini kini dipercaya mewakili Kabupaten Sinjai sebagai Calon Sekolah Adiwiyata Nasional (CSAN) Tahun 2026.
Kepercayaan tersebut tertuang dalam Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai Nomor 400/12.1173/Set tanggal 7 Mei 2026 tentang Usulan Calon Sekolah Adiwiyata Nasional (CSAN) dan Calon Sekolah Adiwiyata Mandiri (CSAM) Tahun 2026. Penunjukan ini menjadi pengakuan atas konsistensi SD Negeri 101 Bulu-Bulu dalam membangun budaya sekolah yang peduli dan berwawasan lingkungan.
Perjalanan menuju tingkat nasional bukanlah proses yang instan. Selama beberapa tahun terakhir, sekolah secara konsisten menerapkan berbagai program berbasis lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah melalui pemilahan sampah organik dan anorganik, penghijauan lingkungan sekolah, konservasi energi, hingga pemanfaatan lahan sekolah sebagai sarana edukasi. Seluruh program tersebut diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran sehingga kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
Kepala SD Negeri 101 Bulu-Bulu, Mansur, mengatakan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir dari pelaksanaan Program Adiwiyata. Menurutnya, yang paling penting adalah membangun karakter peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
"Kami ingin membangun kebiasaan baik yang akan terus melekat pada diri peserta didik. Ketika budaya peduli lingkungan sudah menjadi karakter, maka prestasi akan mengikuti dengan sendirinya," ujarnya.
Predikat Adiwiyata Provinsi yang diraih pada tahun 2024 menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus berinovasi. Berbagai program dikembangkan secara berkelanjutan, di antaranya pengolahan sampah organik menjadi kompos, pembuatan eco-enzyme, pemanfaatan lubang biopori, pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), serta pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai pelestarian lingkungan.
Keberhasilan tersebut juga didukung oleh kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pemerintah desa, komite sekolah, orang tua peserta didik, hingga masyarakat sekitar. Sinergi tersebut menjadi kekuatan utama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, hijau, sehat, dan nyaman.
Saat ini, SD Negeri 101 Bulu-Bulu tengah mempersiapkan seluruh dokumen dan indikator yang dipersyaratkan dalam proses penilaian Calon Sekolah Adiwiyata Nasional Tahun 2026. Persiapan dilakukan secara menyeluruh sebagai bentuk komitmen sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan berbasis pendidikan.
Apabila berhasil lolos dalam tahapan penilaian nasional, SD Negeri 101 Bulu-Bulu akan menjadi salah satu sekolah yang mengharumkan nama Kabupaten Sinjai di tingkat nasional. Lebih dari itu, pencapaian tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus mengembangkan budaya peduli lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan yang berkelanjutan.
Bagi SD Negeri 101 Bulu-Bulu, Adiwiyata bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan sebuah gerakan membangun karakter. Dari sebuah sekolah di pelosok Kecamatan Bulupoddo, lahir semangat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh warga sekolah. (Azhar)
