Apel Pagi Efektif Atasi Murid Terlambat, UPTD SMPN 12 Sinjai Jalankan Program PIKAT

Apel Pagi Efektif Atasi Murid Terlambat, UPTD SMPN 12 Sinjai Jalankan Program PIKAT, Rabu (26/8/26).
kabarpendidikan.net — Upaya membangun kedisiplinan dan karakter peserta didik terus dilakukan UPTD SMPN 12 Sinjai. Salah satunya melalui program PIKAT (Piket dan Apel Terpadu) yang mengemas kegiatan apel pagi sebagai rutinitas positif sebelum proses pembelajaran dimulai. Rabu (26/8/26).
Kegiatan apel pagi tersebut berlangsung di lapangan upacara UPTD SMPN 12 Sinjai, Rabu (26/8/2026), dan dilaksanakan sekitar 10–15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Program ini menjadi salah satu langkah sekolah dalam membiasakan murid hadir lebih awal sekaligus meminimalisir keterlambatan mengikuti pelajaran pada jam pertama.
Kepala UPTD SMPN 12 Sinjai, Najamuddin, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa pelaksanaan apel pagi dalam program PIKAT telah berjalan selama lebih dari satu tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat yang cukup besar dalam membangun kedisiplinan dan kebiasaan positif murid.
“Sudah berjalan satu tahun lebih. Saya rasa ini sangat bermanfaat, makanya saya ingin diberitakan, siapa tahu bisa menginspirasi sekolah lain,” ujar Najamuddin.
Menurutnya, apel pagi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari pembiasaan yang memiliki sejumlah tujuan penting. Di antaranya membiasakan murid datang lebih awal ke sekolah sekaligus mewujudkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), khususnya kebiasaan bangun pagi.
Selain itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk meminimalisir jumlah murid yang terlambat mengikuti pembelajaran pada jam pertama. Apel pagi juga dimanfaatkan sebagai media evaluasi terhadap aktivitas murid pada hari sebelumnya, pemberian motivasi, serta penyampaian informasi mengenai agenda dan kegiatan yang akan berlangsung pada hari itu.
Dengan suasana yang positif dan menggembirakan, apel pagi diharapkan dapat membantu mempersiapkan kondisi mental dan emosional murid sebelum mengikuti proses pembelajaran di kelas.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan semangat kepada anak-anak sekaligus menyampaikan informasi terkait agenda kegiatan hari ini. Jadi, sebelum memulai pelajaran, hati dan perasaan mereka sudah dipersiapkan dengan baik,” jelasnya.
Pelaksanaan PIKAT pun dinilai menjadi salah satu bentuk pembiasaan yang efektif dalam mendisiplinkan waktu kedatangan murid. Kebiasaan hadir lebih awal diharapkan tidak hanya berdampak pada kedisiplinan di sekolah, tetapi juga membentuk kemampuan murid dalam mengatur waktu sejak pagi hari.
Ke depan, Kepala UPTD SMPN 12 Sinjai berharap program tersebut dapat terus menjadi pembiasaan dalam membentuk karakter peserta didik yang mampu mengatur waktunya dengan baik.
“Semoga ini bisa menjadi pembiasaan untuk membentuk karakter anak yang mampu mengatur waktunya di pagi hari, sehingga tugas mulia yang diamanatkan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mempersiapkan sumber daya manusia untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 dapat terwujud melalui pelaksanaan 7 KAIH di satuan pendidikan,” harap Najamuddin.
Melalui program PIKAT, UPTD SMPN 12 Sinjai menunjukkan bahwa kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian penting dalam membangun budaya disiplin, karakter positif, dan kesiapan belajar peserta didik. (Yaya)