Kepsek SMPN 5 Sinjai: Gerakan Aksi Bergizi Jadi Momentum Tanamkan Kebiasaan Hidup Sehat Sejak Dini

Kepsek SMPN 5 Sinjai: Gerakan Aksi Bergizi Jadi Momentum Tanamkan Kebiasaan Hidup Sehat Sejak Dini
Kabarpendidikan.net — Upaya membangun budaya hidup sehat di lingkungan satuan pendidikan terus diperkuat melalui pelaksanaan Gerakan Aksi Bergizi (GERMAS) di UPTD SMP Negeri 5 Sinjai, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Dian Purnamasari, yang sekaligus hadir sebagai narasumber. Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi antara sektor pendidikan dan kesehatan dalam mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mendukung kesehatan dan tumbuh kembang peserta didik.
Gerakan Aksi Bergizi tersebut merupakan bagian dari upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai dalam memperkuat penerapan perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah. Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yakni Dian Purnamasari, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, serta dr. Noor Rachmat Adi Sawe, ahli gizi RSUD Sinjai.
Dalam sambutannya, Kepala UPTD SMP Negeri 5 Sinjai, Dr. Ilham Nur, S.P.,M.Pd menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Gerakan Aksi Bergizi di sekolahnya. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai penting karena memberikan pemahaman sekaligus membangun kesadaran peserta didik mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak usia sekolah.
“Kami menyambut baik kegiatan Gerakan Aksi Bergizi ini. Bagi kami, kesehatan peserta didik merupakan salah satu fondasi penting dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan. Anak-anak yang sehat tentu akan lebih siap belajar, beraktivitas, dan mengembangkan potensi yang mereka miliki,” ujar Ilham Nur.
Ia menambahkan, edukasi mengenai pola hidup sehat tidak cukup hanya disampaikan dalam bentuk teori, tetapi perlu diwujudkan melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten di lingkungan sekolah.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti pada hari ini saja. Apa yang diperoleh peserta didik dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, hingga membangun kebiasaan hidup sehat lainnya,” lanjutnya.
Dr. Ilham Nur juga menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan peserta didik. Karena itu, keterlibatan guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta orang tua menjadi bagian penting dalam keberlanjutan gerakan tersebut.
Sementara itu, dalam penyampaiannya sebagai narasumber, Dian Purnamasari menekankan pentingnya membangun kesadaran hidup sehat sejak usia sekolah. Menurutnya, pendidikan kesehatan merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang sehat, produktif, percaya diri, dan mampu mengikuti proses pembelajaran secara optimal.
“Sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan baik peserta didik. Karena itu, budaya hidup sehat perlu ditanamkan sejak dini dan dilakukan secara konsisten, bukan hanya ketika ada kegiatan tertentu,” ujar Dian.
Ia juga mendorong agar pesan-pesan kesehatan yang diperoleh peserta didik dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
Menurut Dian, gerakan seperti ini akan semakin efektif apabila seluruh unsur sekolah ikut terlibat. Kolaborasi antara peserta didik, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua diharapkan mampu menjadikan perilaku hidup sehat sebagai bagian dari budaya sekolah.
Sementara itu, dr. Noor Rachmat Adi Sawe, ahli gizi RSUD Sinjai, memberikan penguatan dari aspek kesehatan dan gizi. Edukasi tersebut diharapkan dapat membuka wawasan peserta didik mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi dan pola hidup sehat dalam menunjang tumbuh kembang serta aktivitas belajar.
Gerakan Aksi Bergizi di SMP Negeri 5 Sinjai menjadi momentum untuk mempertemukan agenda pendidikan dan kesehatan dalam satu gerakan bersama. Peserta didik tidak hanya diajak memahami pentingnya kesehatan, tetapi juga diarahkan untuk menjadikan perilaku hidup sehat sebagai kebiasaan sehari-hari.
Bagi UPTD SMP Negeri 5 Sinjai, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat, aman, nyaman, bersih, dan mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh.
Melalui sinergi Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, satuan pendidikan, tenaga kesehatan, dan keluarga, Gerakan Aksi Bergizi diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menyiapkan generasi muda Sinjai yang sehat, aktif, produktif, dan memiliki kesadaran kuat untuk menjaga kesehatan sejak dini.
“Mari kita jadikan hidup sehat bukan sekadar slogan, tetapi menjadi kebiasaan dan budaya yang tumbuh dalam kehidupan anak-anak kita,” pungkas Dr. Ilham Nur. (Tia)