Belajar di Rumah Warga, Semangat Siswa SDN 55 Kaherrang Tetap Menyala

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Dian Purnamasari, S.STP., M.H bersama jajaran memantau proses belajar siswa SDN 55 Kaherrang, Rabu (23/9/2026) 
Kabarpendidikan.net -- Sekolah boleh sementara dikerjakan, tetapi semangat belajar tidak boleh berhenti. Kondisi tersebut justru menjadi pengalaman tersendiri bagi siswa SD Negeri No. 55 Kaherrang yang untuk sementara mengikuti proses pembelajaran dengan menumpang di sebuah rumah warga yang sedang tidak dihuni.

Meskipun harus belajar di tempat yang berbeda dari biasanya, para siswa tetap menunjukkan semangat dan menerima kondisi tersebut dengan baik. Mereka memahami bahwa penggunaan tempat belajar sementara merupakan bagian dari proses menuju kondisi sekolah yang lebih baik.

Kepala SD Negeri No. 55 Kaherrang, Rosmiati, S.Pd menyampaikan bahwa kondisi tersebut tidak boleh menjadi penghalang bagi keberlangsungan proses pembelajaran siswa.

“Alhamdulillah, anak-anak sangat menerima kondisi ini. Mereka memahami bahwa sekolah sedang dikerjakan dan mereka juga ingin melihat sekolahnya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Yang terpenting bagi kami, proses pembelajaran tetap berjalan dan anak-anak tetap mendapatkan haknya untuk belajar,” ujar Rosmiati.

Rumah warga yang digunakan sebagai tempat belajar sementara mendapat respons positif dari pemiliknya. Sebelum digunakan, pihak sekolah terlebih dahulu menyampaikan pemberitahuan dan meminta izin kepada pemilik rumah.

Pemilik rumah dengan ikhlas memberikan izin agar tempat tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran. Dukungan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan dan keberhasilan peserta didik, khususnya siswa SD Negeri No. 55 Kaherrang.

Di tengah keterbatasan tempat, para guru tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pendidik. Setiap hari proses pembelajaran tetap berlangsung hingga waktu pulang dengan durasi pembelajaran seperti biasanya.

Para siswa pun terus didorong untuk mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan tidak menjadikan kondisi sementara tersebut sebagai hambatan dalam menuntut ilmu.

Kondisi ini sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang gedung dan ruang kelas. Ketika guru tetap mengajar, siswa tetap belajar, dan masyarakat ikut memberikan dukungan, proses pendidikan tetap dapat berjalan.

Sekolah sedang berbenah, tetapi semangat belajar tetap menyala. Dari tempat sederhana dan keterbatasan sementara, SD Negeri No. 55 Kaherrang terus melangkah menuju sekolah yang lebih baik demi masa depan peserta didik.

Diketahui, SDN 55 Kaherrang merupakan salah satu sekolah yang mendapat bantuan revitalisasi sarana prasarana dari Kemendikdasmen. (yaya)