Literasi Tak Lagi Monoton, SMPN 32 Sinjai Hadirkan Panggung Kreativitas Siswa
KABARPENDIDIKAN.NET — UPTD SMP Negeri 32 Sinjai, Kecamatan Pulau Sembilan, menggelar Gebyar Literasi sebagai ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan membaca, menulis, berkarya, sekaligus berani mempresentasikan hasil karya mereka di hadapan publik, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembiasaan literasi siswa dalam bentuk kokurikuler yang dikembangkan sekolah. Menariknya, kegiatan tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi diarahkan hingga peserta didik mampu menghasilkan karya dan menyajikannya melalui pameran maupun pertunjukan panggung.
Beragam karya siswa ditampilkan dalam Gebyar Literasi, mulai dari resensi buku, vlog literasi, pantun, puisi, cerita rakyat, hingga dongeng. Karya-karya tersebut dipamerkan sekaligus dipresentasikan melalui penampilan siswa sehingga kegiatan literasi berlangsung lebih kreatif, komunikatif, dan dekat dengan dunia peserta didik.
Kepala UPTD SMP Negeri 32 Sinjai, Rosmawati, S.H., mengatakan Gebyar Literasi dirancang untuk memberikan pengalaman kepada siswa bahwa literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi juga kemampuan mengolah informasi menjadi sebuah karya dan mengomunikasikannya.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun pemahaman bahwa literasi tidak berhenti pada membaca. Anak-anak perlu diberi ruang untuk menuangkan apa yang mereka baca dan pelajari menjadi karya, kemudian berani mempresentasikannya. Inilah yang kami dorong melalui Gebyar Literasi,” ujar Rosmawati.
Menurutnya, keberagaman karya yang ditampilkan menunjukkan bahwa setiap peserta didik memiliki potensi dan cara berbeda dalam mengekspresikan gagasan. Ada siswa yang menuangkannya melalui tulisan, puisi, pantun, cerita, video, maupun penampilan di atas panggung.
“Yang kami bangun adalah kepercayaan diri dan kreativitas siswa. Ketika mereka mampu menghasilkan karya dan tampil untuk menjelaskan atau mempertunjukkannya, di situ ada proses belajar yang sangat berharga,” tambahnya.
Pelaksanaan Gebyar Literasi juga menjadi ruang apresiasi bagi siswa atas proses yang telah mereka lalui. Pameran karya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melihat hasil kreativitas teman-temannya, sekaligus menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan karya berikutnya.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pembiasaan literasi dapat dikembangkan secara kreatif sesuai karakteristik satuan pendidikan. Dengan memadukan membaca, berkarya, pameran, dan pertunjukan, literasi menjadi pengalaman belajar yang lebih hidup dan memberikan ruang lebih luas bagi siswa untuk berekspresi.
Melalui Gebyar Literasi, UPTD SMP Negeri 32 Sinjai terus mendorong lahirnya budaya literasi yang tidak hanya membuat siswa gemar membaca, tetapi juga mampu berpikir, berkarya, berkomunikasi, dan berani tampil menunjukkan hasil belajarnya. (Azhar)
