Bukan Sekadar Maulid, SD Negeri No. 219 Pukkiseng Ajak Siswa “Hidupkan” Akhlak Rasulullah

Kepala SD Negeri No. 219 Pukkiseng, Muhammad Amin, bersama Koordinator Wilayah Kecamatan Bulupoddo, Darwis, dan para tamu undangan dalam peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di SD Negeri No. 219 Pukkiseng, Kecamatan Bulupoddo, Rabu (9/9/2026).
Kabarpendidikan.net — Apa arti Maulid Nabi bagi seorang siswa? Bagi SD Negeri No. 219 Pukkiseng, jawabannya bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi menjadikan akhlak beliau sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Pesan itulah yang mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di sekolah tersebut, Rabu (9/9/2026).

‎Dengan mengusung semangat “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW”, kegiatan berlangsung khidmat sekaligus penuh nuansa kekeluargaan. Para siswa, guru, dan tenaga kependidikan mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias.

‎Peringatan Maulid tersebut turut dihadiri Koordinator Wilayah Kecamatan Bulupoddo, Darwis, Kepala Desa Bulu Tellue, Ketua Komite Sekolah beserta anggota, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para orang tua siswa.

‎Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan karakter tidak dapat berjalan sendiri. Sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat memiliki peran yang sama dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan kepribadian yang baik.

‎Kepala SD Negeri No. 219 Pukkiseng, Muhammad Amin, mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk mengingatkan kembali pentingnya keteladanan Rasulullah SAW dalam membentuk karakter peserta didik.

‎“Maulid Nabi bukan hanya kegiatan seremonial. Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak kita dapat meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, seperti jujur, sabar, disiplin, bertanggung jawab, dan menyayangi sesama,” ujar Muhammad Amin.

‎Menurutnya, pendidikan yang baik harus mampu berjalan seimbang antara pencapaian akademik dan pembentukan karakter. Prestasi, kata dia, akan menjadi lebih bermakna ketika dibarengi dengan akhlak yang baik.

‎“Kami ingin anak-anak tidak hanya menjadi siswa yang berprestasi, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang santun, berkarakter, dan bermanfaat bagi orang lain. Karena itu, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW harus terus kita tanamkan,” tambahnya.

‎Muhammad Amin juga mengapresiasi kehadiran dan dukungan Koordinator Wilayah, pemerintah desa, komite sekolah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para orang tua siswa. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kekuatan penting dalam mendukung pendidikan dan pembinaan karakter peserta didik.

‎Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SD Negeri No. 219 Pukkiseng akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Dari lingkungan sekolah di Kecamatan Bulupoddo, pesan sederhana kembali ditegaskan: keteladanan Rasulullah SAW harus dikenalkan, ditanamkan, dan yang terpenting, dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. (Azhar)