Dari Limbah Menjadi Karya, Siswa Kelas IV SDN 45 Lempangan Sulap Tali Rafia Bekas Ompreng MBG Jadi Kemoceng

Siswa SDN 45 Lempangan memanfaatkan tali rafia belas ompreng MBG menjadi kemoceng, Kamis (17/9/2026)
Kabarpendidikan.net — Kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan ditanamkan sejak dini oleh siswa Kelas IV SD Negeri 45 Lempangan. Sebanyak 11 siswa mengikuti kegiatan pembelajaran kreatif dengan memanfaatkan tali rafia bekas dari ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk diolah menjadi kemoceng yang dapat digunakan kembali.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk melihat barang yang sudah tidak terpakai dari sudut pandang berbeda. Limbah yang sebelumnya dianggap sebagai barang bekas justru dimanfaatkan menjadi karya sederhana yang memiliki nilai guna.

Dengan pendampingan Wali Kelas IV, Kurniati, S.Pd.Gr, para siswa belajar mengolah tali rafia bekas secara kreatif hingga menjadi kemoceng. Proses tersebut dilakukan dengan melibatkan siswa secara langsung, sehingga mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman praktik dalam menghasilkan sebuah karya.

Kurniati, S.Pd.Gr selaku Wali Kelas IV, mengatakan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas sekaligus kepedulian siswa terhadap lingkungan.

“Kami ingin mengajarkan kepada anak-anak bahwa barang bekas yang ada di sekitar kita tidak selalu harus dibuang. Dengan kreativitas, bahan yang sederhana seperti tali rafia bekas ompreng MBG bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna. Anak-anak juga sangat antusias karena mereka bisa belajar sambil praktik dan menghasilkan karya sendiri,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan pengalaman pembelajaran yang berbeda bagi siswa. Selain melatih keterampilan tangan, peserta didik juga belajar bekerja sama, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan. Para siswa diajak memahami bahwa barang bekas tidak selalu harus berakhir sebagai sampah. Dengan kreativitas dan keterampilan, bahan sederhana yang tersedia di sekitar dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Antusiasme 11 siswa Kelas IV terlihat selama mengikuti proses pembuatan kemoceng. Mereka belajar bekerja sama, mengikuti langkah-langkah pembuatan, serta menyelesaikan karya dengan memanfaatkan bahan yang sebelumnya dianggap tidak terpakai.

Kepala SD Negeri 45 Lempangan, Burhanuddin, S.Pd, memberikan dukungan terhadap kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kreativitas dan keterampilan peserta didik. Pembelajaran seperti ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi sekaligus menerapkan pengetahuan melalui kegiatan nyata.

Melalui kegiatan sederhana tersebut, siswa mendapatkan pesan penting bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal-hal kecil. Memanfaatkan kembali limbah menjadi barang berguna juga dapat menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membangun keterampilan peserta didik.

Dari tali rafia bekas ompreng MBG, lahir sebuah karya sederhana. Dari tangan 11 siswa Kelas IV SD Negeri 45 Lempangan, tumbuh kreativitas, kepedulian lingkungan, dan semangat untuk mengubah sesuatu yang dianggap limbah menjadi lebih bernilai. (yaya)