GERIMIS Hadir di SD Negeri 196 Mangasa, Kamis Pagi Murid Diajak Gemar Membaca

Murid SD Negeri 196 Mangasa mengikuti kegiatan GERIMIS (Gerakan Literasi Kamis) dengan memanfaatkan pojok baca di sudut lapangan sekolah sebelum proses belajar mengajar dimulai.

kabarpendidikan.net
— Budaya membaca terus ditumbuhkan di SD Negeri 196 Mangasa melalui GERIMIS (Gerakan Literasi Kamis). Program pembiasaan literasi ini dilaksanakan rutin setiap hari Kamis sebelum proses belajar mengajar (PBM) dimulai, dengan melibatkan seluruh murid.

‎Dalam kegiatan tersebut, murid diberikan waktu selama 15 menit untuk membaca berbagai bahan bacaan yang tersedia di sekolah. Kegiatan sederhana ini menjadi bagian dari upaya sekolah membangun kebiasaan membaca secara konsisten sejak dini.

‎Untuk menciptakan suasana membaca yang lebih menarik, SD Negeri 196 Mangasa juga menyediakan dua pojok baca yang berada di sudut lapangan sekolah. Fasilitas tersebut dimanfaatkan secara khusus setiap hari Kamis sebagai ruang alternatif bagi murid untuk membaca di luar kelas.

‎Kepala SD Negeri 196 Mangasa, Nursaenab, S.Pd., mengatakan GERIMIS diharapkan mampu menanamkan kebiasaan membaca kepada murid melalui kegiatan yang sederhana namun dilakukan secara berkelanjutan.

‎“Kami ingin budaya membaca tumbuh dari kebiasaan. Karena itu, GERIMIS kami laksanakan secara rutin agar anak-anak terbiasa meluangkan waktu untuk membaca sebelum memulai pembelajaran,” ujar Nursaenab.

‎Menurutnya, keberadaan pojok baca di lingkungan sekolah juga menjadi salah satu cara untuk membuat aktivitas literasi lebih dekat dan menyenangkan bagi murid. Dengan suasana yang berbeda dari ruang kelas, murid diharapkan semakin tertarik memanfaatkan waktu untuk membaca.

‎“Pojok baca ini kami siapkan agar anak-anak memiliki pilihan tempat untuk membaca. Harapannya, mereka tidak hanya membaca ketika kegiatan GERIMIS berlangsung, tetapi juga memiliki ketertarikan untuk membaca di waktu lainnya,” tambahnya.

‎Program GERIMIS sekaligus menjadi bagian dari komitmen SD Negeri 196 Mangasa dalam menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung pengembangan kemampuan literasi murid.

‎Melalui pembiasaan membaca yang dilakukan secara konsisten, sekolah berharap budaya literasi semakin kuat dan membaca dapat menjadi bagian dari keseharian murid. (Azhar)