KKG Gugus 25 Bulupoddo Dorong Transformasi Kompetensi Guru melalui Pembelajaran Mendalam dan AI

Kegiatan KKG Gugus 25 Kecamatan Bulupoddo di Aula SD Negeri 91 Bulupoddo, Sabtu (19/9/2026), dihadiri Korwil Pendidikan Kecamatan Bulupoddo, Pendamping Satuan Pendidikan, Ketua K3S Kecamatan Bulupoddo, serta para guru peserta KKG.

Kabarpendidikan.net
— Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 25 Kecamatan Bulupoddo menggelar kegiatan dengan mengusung tema “Transformasi Kompetensi Guru untuk Mewujudkan Pembelajaran Berkualitas melalui Pola Pikir Bertumbuh, Pembelajaran Mendalam dan Pemanfaatan Kecerdasan Buatan.” Kegiatan berlangsung di Aula SD Negeri 91 Bulupoddo, Sabtu (19/9/2026).

‎Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut menjadi ruang bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis.

‎Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Bulupoddo, Pendamping Satuan Pendidikan, serta Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Bulupoddo. Kehadiran para pemangku kepentingan pendidikan tersebut turut memberikan dukungan terhadap penguatan komunitas belajar guru di tingkat gugus.

‎Melalui KKG, para guru didorong untuk tidak hanya meningkatkan kemampuan pedagogik dan profesional, tetapi juga membangun pola pikir bertumbuh (growth mindset). Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong guru untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan praktik pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik.

‎Kepala SD Negeri 91 Bulupoddo sekaligus Ketua Gugus 25, Hj. Kasniati, S.Pd., mengatakan kegiatan KKG menjadi momentum penting bagi guru untuk terus meningkatkan kapasitas dan mengikuti perkembangan dalam dunia pendidikan.

‎“KKG ini menjadi wadah bagi kita untuk saling berbagi pengalaman, belajar bersama, dan meningkatkan kompetensi. Dengan pola pikir bertumbuh, pembelajaran mendalam, serta pemanfaatan AI secara tepat, kami berharap guru semakin siap menghadirkan pembelajaran yang berkualitas bagi peserta didik,” ujar Hj. Kasniati.

‎Ia menambahkan, transformasi pendidikan membutuhkan kemauan guru untuk terus belajar dan beradaptasi. Menurutnya, teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, tetapi dapat menjadi alat pendukung dalam menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan relevan.

‎Kegiatan KKG Gugus 25 diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antarguru sekaligus menghasilkan praktik-praktik pembelajaran yang dapat diterapkan di satuan pendidikan masing-masing. Dengan demikian, peningkatan kompetensi guru dapat berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. (Azhar)