Perkuat Kesiapan Akreditasi, Kombel SIPATOKKONG SD Negeri No. 196 Mangasa Rutin Berbagi Praktik Baik

Guru SD Negeri No. 196 Mangasa mengikuti kegiatan rutin Kombel SIPATOKKONG dengan agenda berbagi praktik terkait supervisi akademik dan persiapan akreditasi sekolah, Rabu (9/9/26)

kabarpendidikan.net
— Persiapan menghadapi akreditasi sekolah tidak hanya dilakukan melalui kelengkapan administrasi, tetapi juga dengan memperkuat kapasitas guru melalui kolaborasi dan berbagi praktik baik. Semangat tersebut terus dibangun Komunitas Belajar (Kombel) SIPATOKKONG SD Negeri No. 196 Mangasa melalui kegiatan rutin berbagi praktik dengan teman sejawat yang dilaksanakan setiap bulan.

‎Pada kegiatan kali ini, Kombel SIPATOKKONG mengangkat materi “Mekanisme Pelaksanaan Supervisi Akademik dan Bimbingan Pengisian Setiap Butir di SISPENA dalam Rangka Menghadapi Akreditasi Sekolah.” Kegiatan ini menjadi ruang bagi para guru untuk saling belajar, berdiskusi, sekaligus meningkatkan pemahaman terkait proses supervisi akademik dan persiapan dokumen akreditasi, Rabu (9/9/26).

‎Materi pertama disampaikan oleh Kepala SD Negeri No. 196 Mangasa, Nursaenab, yang membahas mekanisme pelaksanaan supervisi akademik. Materi tersebut diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada guru mengenai pentingnya supervisi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran.

‎Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh A. Hasmi, S.Pd., guru SD Negeri No. 196 Mangasa, yang memberikan bimbingan terkait pengisian setiap butir pada SISPENA sebagai salah satu bagian penting dalam persiapan menghadapi akreditasi sekolah.

‎Melalui kegiatan berbagi praktik ini, guru tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berdiskusi dan mengidentifikasi berbagai hal yang perlu dipersiapkan oleh sekolah. Pendekatan kolaboratif tersebut diharapkan dapat membuat persiapan akreditasi lebih terarah dan sistematis.

‎Kepala SD Negeri No. 196 Mangasa, Nursaenab, mengatakan bahwa kegiatan Kombel SIPATOKKONG merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk membangun budaya belajar yang berkelanjutan di kalangan guru.

‎“Kombel ini menjadi wadah bagi kita untuk terus belajar dan berbagi. Setiap guru memiliki pengalaman dan praktik baik yang bisa dibagikan kepada teman sejawat. Dengan kolaborasi seperti ini, kita berharap kompetensi guru semakin meningkat dan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran,” ujar Nursaenab.

‎Ia menambahkan bahwa persiapan akreditasi sebaiknya tidak dipandang hanya sebagai pemenuhan dokumen, tetapi sebagai momentum bagi sekolah untuk melakukan evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh.

‎“Akreditasi bukan hanya tentang menyiapkan administrasi, tetapi bagaimana kita memastikan seluruh proses pendidikan di sekolah berjalan dengan baik dan terdokumentasi. Karena itu, melalui Kombel ini kami ingin memastikan guru memahami setiap proses dan dapat mempersiapkannya secara bersama-sama,” tambahnya.

‎Kegiatan rutin Kombel SIPATOKKONG diharapkan terus menjadi ruang kolaborasi yang produktif bagi warga sekolah. Dengan semangat berbagi, belajar, dan bertumbuh bersama, SD Negeri No. 196 Mangasa terus memperkuat budaya mutu sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas bagi peserta didik. (Azhar)