Revitalisasi Sekolah Berlangsung, SDN 39 Pattongko Manfaatkan Teras Rumah Warga untuk Pembelajaran
Kabarpendidikan.net — Program revitalisasi sekolah tengah dilaksanakan di SD Negeri No. 39 Pattongko dengan menyasar sebanyak enam ruang kelas untuk dibongkar dan dilakukan pembenahan. Kondisi tersebut mendorong pihak sekolah mengambil langkah adaptif agar proses belajar mengajar tetap berlangsung sekaligus menjamin keselamatan peserta didik selama pekerjaan revitalisasi berlangsung.
Siswa SDN 39 Pattongko belajar di teras rumah warga karena sekolah mendapat bantuan revitalisasi, Rabu (30/9/2026)
Kepala SDN 39 Pattongko, Rafiudin, S.Pd., Gr mengatakan, keselamatan siswa menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pelaksanaan pembelajaran selama proses revitalisasi. Untuk itu, pihak sekolah mengupayakan lokasi alternatif agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terhenti.
“Terkait sekolah kami yang mendapat program bantuan revitalisasi sebanyak enam ruang kelas yang dibongkar dan dibenahi, untuk menghindari keselamatan siswa dan agar pembelajaran tetap berlangsung, saya selaku kepala sekolah mengambil langkah bijak untuk tetap melakukan pembelajaran meskipun hanya dilakukan di teras rumah warga," ungkapnya.
Menurut Rafiudin, langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan. Pihak sekolah berupaya memastikan bahwa kondisi pembangunan tidak menjadi alasan terhentinya proses pendidikan secara total.
“Prinsip utama yang harus kita terapkan adalah KBM tidak boleh terhenti total demi menjaga kontinuitas pendidikan anak-anak,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, sekolah menerapkan sejumlah strategi pembelajaran adaptif, di antaranya manajemen kelas yang fleksibel, pembelajaran secara berkelompok, serta komunikasi dan sinergi dengan orang tua peserta didik dan warga sekitar.
Pemanfaatan teras rumah warga sebagai tempat belajar menjadi bentuk kolaborasi antara sekolah dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan pendidikan. Meskipun berlangsung dalam kondisi yang tidak seperti biasanya, pihak sekolah terus berupaya menciptakan suasana belajar yang tetap kondusif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Rafiudin berharap proses revitalisasi dapat berjalan dengan lancar sehingga enam ruang kelas tersebut nantinya dapat kembali digunakan dalam kondisi yang lebih aman, layak, dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
“Kami berharap seluruh proses revitalisasi berjalan lancar dan nantinya anak-anak dapat kembali belajar di ruang kelas yang aman dan nyaman. Selama proses ini berlangsung, kami akan terus berupaya menjaga agar pendidikan anak-anak tetap berjalan,” pungkas Rafiudin, S.Pd., Gr. (amar)