SDN 85 Labettang Bangun Musala, Wujudkan Ruang Ibadah dan Pembentukan Karakter Siswa
Kabarpendidikan.net — Kebutuhan akan sarana ibadah yang memadai mendorong SD Negeri 85 Labettang menggagas pembangunan musala di lingkungan sekolah. Rencana tersebut lahir dari program pembiasaan keagamaan sekolah yang selama ini mendorong siswa melaksanakan salat Duha dan salat Zuhur secara berjamaah.
SDN 85 Labettang tengah membangun musala untuk mendukung pembentukan karakter siswa
Kepala SD Negeri 85 Labettang, Syukri, S.Pd menjelaskan bahwa pada awalnya kegiatan salat berjamaah dilaksanakan di ruang kelas yang masih kosong. Baik salat duha maupun zuhur.
Namun, setelah terjadi peningkatan jumlah peserta didik baru pada tahun 2023, ruangan yang sebelumnya digunakan untuk salat harus kembali difungsikan sebagai ruang kelas.
“Akhirnya, siswa melaksanakan salat di ruang kelas masing-masing. Dari kondisi inilah muncul gagasan untuk mengusahakan pembangunan musholla,” jelas Syukri, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, keberadaan musala sangat penting bagi warga sekolah. Selain menjadi tempat melaksanakan ibadah, musholla nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan keagamaan dan pengembangan keberanian siswa, seperti latihan pidato dan ceramah.
Selama ini, kegiatan salat duha dan salat zuhur berjamaah masih dilaksanakan di ruang kelas masing-masing. Karena itu, pembangunan musholla diharapkan dapat menghadirkan tempat ibadah yang lebih layak dan mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan secara bersama-sama.
Rencana musala tersebut akan dibangun dengan ukuran 9 x 9 meter dengan estimasi kebutuhan anggaran sekitar Rp150 juta. Pembiayaan pembangunan direncanakan berasal dari swadaya sekolah dan masyarakat.
Untuk mendukung kelancaran pembangunan, orang tua murid dilibatkan sebagai panitia pelaksana. Pengelolaan pembangunan juga akan dilakukan secara terbuka dengan menyampaikan kondisi keuangan secara berkala disertai bukti sebagai bentuk transparansi kepada pihak yang terlibat.
Syukri berharap pembangunan musala dapat segera terwujud sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan keagamaan, tidak hanya salat berjamaah. Musala tersebut nantinya juga menjadi tempat pelaksanaan pesantren ramadan dan berbagai lomba keagamaan.
“Semoga musala ini nantinya menjadi sarana ibadah yang bermanfaat bagi pembentukan karakter murid sebagai figur yang berakhlak mulia, baik untuk dirinya sendiri, masyarakat maupun umat manusia,” harap Syukri.
Ia juga mengajak orang tua siswa dan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam mewujudkan pembangunan musholla tersebut. Dukungan dapat diberikan dalam berbagai bentuk sesuai kemampuan, baik berupa pemikiran, tenaga maupun bantuan dana.
“Semua bentuk bantuan yang diberikan, baik pikiran, tenaga maupun dana, insyaallah akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Kami berharap dukungan dari orang tua dan masyarakat dapat membantu mewujudkan musholla ini demi kepentingan pendidikan dan pembentukan karakter anak-anak,” tuturnya.
Pembangunan musala di SD Negeri 85 Labettang diharapkan bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi menjadi bagian dari investasi pendidikan karakter. Dengan adanya ruang ibadah yang representatif, sekolah dapat memperkuat pembiasaan keagamaan sekaligus menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, keberanian dan akhlak mulia kepada peserta didik. (yaya)