Inovatif! SDN 82 Tokinjong Rutin Gelar Salat Duha, Zikir, Doa Bersama dan Sedekah Jumat Berkah

Peserta didik SDN 82 Tokinjong rutin melaksanakan jumat berkah melalu salat duha dan sedekah, Jumat (18/9/2026)
Kabarpendidikan.net — Ada pemandangan berbeda dan penuh makna setiap Jumat pagi di SD Negeri 82 Tokinjong, Kecamatan Sinjai Utara. Sejak pukul 07.00 WITA, puluhan siswa bersama dewan guru dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan rutin Jumat Berkah yang diisi dengan sholat Dhuha berjamaah, zikir, pembacaan surah-surah pendek, doa bersama hingga berbagi sedekah kepada siswa.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu program pembiasaan karakter religius yang terus dikembangkan SDN 82 Tokinjong. Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin, sekolah berupaya menanamkan nilai keimanan, kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan serta kepedulian sosial kepada peserta didik sejak dini.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sholat Dhuha berjamaah. Selanjutnya, siswa dan guru bersama-sama melaksanakan zikir dan istighfar, kemudian dilanjutkan dengan membaca sejumlah surah pendek, seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, Ad-Dhuha serta Ayat Kursi. Sejumlah siswa secara bergiliran diberikan kesempatan untuk memimpin rangkaian kegiatan tersebut.

Keterlibatan siswa sebagai imam maupun pemimpin zikir menjadi bagian penting dalam pembiasaan karakter. Selain belajar menjalankan ibadah, siswa juga dilatih untuk berani tampil, bertanggung jawab dan memiliki rasa percaya diri di hadapan teman-temannya.

Setelah rangkaian ibadah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama untuk memohon keselamatan, kesehatan, keberkahan serta kelancaran dalam menuntut ilmu.

Yang menjadi bagian menarik dari kegiatan Jumat Berkah di SDN 82 Tokinjong adalah adanya Sedekah Jumat. Sedekah tersebut diberikan dalam bentuk snack, alat tulis maupun uang saku kepada siswa yang dinilai rajin, tertib dan khusyuk dalam melaksanakan sholat. Apresiasi juga diberikan kepada siswa yang berani menjadi imam maupun memimpin zikir.

Kepala SDN 82 Tokinjong, Rosdianah, S.Pd mengatakan bahwa inovasi sedekah Jumat tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter yang dikemas melalui pembiasaan sederhana.

“Salat duha adalah pembuka rezeki. Maka kami ingin anak-anak merasakan langsung filosofi itu. Siapa yang bersungguh-sungguh beribadah, maka Allah akan memberikan rezeki. Sedekah ini bukan hadiah mahal, tetapi bentuk apresiasi dan motivasi,” jelas Rosdianah.

Ia menjelaskan, sumber sedekah berasal dari infak guru dan Sedekah Jumat siswa yang dikelola bersama guru Pendidikan Agama Islam (PAI), guru serta tenaga kependidikan.

Menurut Rosdianah, program tersebut memiliki tujuan utama membentuk karakter religius, disiplin dan menumbuhkan kecintaan terhadap ibadah sejak dini. Pada saat yang sama, siswa juga diperkenalkan dengan nilai berbagi dan kepedulian terhadap sesama.

“Harapan kami, anak-anak menjadi pribadi yang saleh dan salehah, rendah hati, percaya diri, hatinya tenang dan dimudahkan dalam menuntut ilmu. Mereka belajar bahwa kebaikan akan dibalas dengan kebaikan,” tuturnya.

Bagi sekolah, kegiatan Jumat Berkah diharapkan dapat membangun ekosistem pendidikan yang religius, harmonis dan penuh kebersamaan. Sekolah ingin pembiasaan tersebut menjadi budaya positif yang dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman dan membahagiakan.

“Sekolah tidak hanya ingin unggul dalam akademik, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter. Karena itu, pembiasaan positif seperti ini kami lakukan secara konsisten agar menjadi budaya di sekolah,” kata Rosdianah.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu membangun jembatan kebaikan antara sekolah, orang tua dan masyarakat. Kebiasaan sholat, berdoa dan bersedekah yang ditanamkan di sekolah diharapkan dapat dibawa siswa ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Rosdianah berharap dari pembiasaan tersebut lahir generasi yang memiliki kepedulian sosial, senang berbagi dan mampu memberikan pengaruh positif di lingkungan sekitarnya.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan karakter bisa dimulai dari hal-hal kecil. Dari sajadah, anak-anak belajar tentang ibadah dan kedisiplinan. Dari sedekah, mereka belajar tentang kepedulian dan keikhlasan. Sederhana, tetapi mudah-mudahan memberikan dampak besar bagi masa depan mereka,” ungkapnya.

Suasana Jumat Berkah di SDN 82 Tokinjong kemudian ditutup dengan makan bersama dan salim pagi. Momen tersebut semakin mempererat ukhuwah serta hubungan kekeluargaan antara siswa, guru dan tenaga kependidikan.

Melalui rutinitas tersebut, SDN 82 Tokinjong terus menanamkan pesan bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang kemampuan akademik, tetapi juga tentang bagaimana membentuk pribadi yang beriman, berakhlak, disiplin, percaya diri dan peduli terhadap sesama. Dari sajadah dan sedekah, sekolah menanamkan kebaikan yang diharapkan tumbuh menjadi karakter dalam diri setiap peserta didik. (tya)