SMPN 7 Sinjai Gaspol Wujudkan Sekolah Siaga Kependudukan, Pendidikan Bangga Kencana Masuk Pembelajaran
Kabarpendidikan.net — UPTD SMP Negeri 7 Sinjai memperkuat langkah menuju Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) melalui kegiatan Orientasi SSK bertema “Kebijakan dan Strategi Pendidikan Kependudukan di Sekolah”. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi sekolah untuk menghadirkan pendidikan kependudukan secara nyata di ruang-ruang pembelajaran.
Kepala UPTD SMPN 7 Sinjai, H. Nahiruddin, S.Pd.,MM menyampaikan sambutan di kegiatan orientasi SSK, Selasa (29/6/20269
Orientasi tersebut menghadirkan Nurfatiha, SKM, selaku Koordinator KB Kecamatan Sinjai Utara sekaligus perwakilan DP3AP2KB. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai strategi mengintegrasikan materi kependudukan dan pembangunan keluarga (Bangga Kencana) ke dalam modul ajar/RPP tanpa menambah mata pelajaran baru.
Bagi UPTD SMPN 7 Sinjai, SSK bukan sekadar program tambahan, tetapi bagian dari upaya mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan nyata generasi muda. Isu seperti pernikahan anak, narkoba, kekerasan, kesehatan mental hingga kecanduan digital menjadi konteks penting yang dapat diangkat dalam pembelajaran agar pendidikan semakin dekat dengan kehidupan peserta didik.
Kepala UPTD SMPN 7 Sinjai, H. Nahiruddin, S.Pd., M.M menegaskan kesiapan sekolah untuk menindaklanjuti hasil orientasi dengan langkah konkret. Sekolah akan membentuk Tim SSK melalui SK Kepala Sekolah, menyusun KSP dan modul ajar terintegrasi, serta menyiapkan Pojok Kependudukan sebagai pusat informasi dan edukasi bagi warga sekolah.
“Kami siap menjadikan SSK sebagai bagian dari penguatan pembelajaran di sekolah. Materi Bangga Kencana tidak harus menjadi mata pelajaran baru, tetapi dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran yang sudah berjalan. Yang terpenting, peserta didik mendapatkan bekal untuk memahami persoalan kependudukan dan tantangan yang mereka hadapi sebagai generasi masa depan,” tegas H. Nahiruddin.
Sekolah juga mendorong penguatan kolaborasi dengan DP3AP2KB, Penyuluh KB/PLKB, orang tua, serta berbagai pihak terkait. Dukungan berupa pendampingan guru, penyediaan modul dan narasumber, pembinaan PIK-R, hingga bimbingan pelaporan melalui SIMONEV PENDUK dinilai penting untuk memastikan program berjalan secara terarah dan berkelanjutan.
Implementasi SSK akan diarahkan pada pembelajaran yang kontekstual. Isu kesehatan mental, digital addiction, kekerasan di sekolah, serta persoalan remaja lainnya dapat diangkat dalam pembelajaran, termasuk melalui mata pelajaran IPA/IPAS. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memahami materi secara akademik, tetapi juga mampu melihat keterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari.
UPTD SMPN 7 Sinjai siap bergerak. Dari ruang kelas, pendidikan kependudukan diharapkan tumbuh menjadi kesadaran, karakter, dan bekal bagi generasi muda untuk menghadapi masa depan. (tya)