Tak Mau Tertinggal di Era Digital, SD Negeri 11 Barang Genjot Pembelajaran Mendalam dan Koding

Pendamping Satuan Pendidikan Yusuf Rahman, S.Pd., M.Pd., saat berdiskusi bersama Kepala SD Negeri 11 Barang, Nurtini, serta para guru terkait penguatan Pembelajaran Mendalam, koding, dan peningkatan digitalisasi pembelajaran di sekolah.

Kabarpendidikan.net
— SD Negeri 11 Barang terus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), pengenalan koding, serta optimalisasi digitalisasi pembelajaran. Upaya tersebut menjadi salah satu fokus dalam kunjungan Pendamping Satuan Pendidikan, Yusuf Rahman, S.Pd., M.Pd., ke SD Negeri 11 Barang. Selasa (15/9/26).

‎Dalam kunjungannya, Yusuf Rahman berdiskusi bersama pihak sekolah mengenai implementasi Pembelajaran Mendalam dan koding dalam proses pembelajaran. Penguatan tersebut diarahkan agar pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong peserta didik untuk memahami konsep secara lebih bermakna, berpikir kritis, kreatif, serta mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

‎Selain itu, Yusuf Rahman juga mendorong sekolah untuk terus meningkatkan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Digitalisasi diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh guru untuk menciptakan proses belajar yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan peserta didik.

‎Menurutnya, penguatan pembelajaran digital perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kesiapan guru dan karakteristik peserta didik.

‎“Pembelajaran Mendalam dan koding perlu mulai diperkuat di satuan pendidikan. Bersamaan dengan itu, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran juga harus terus ditingkatkan agar proses belajar menjadi lebih relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Yusuf Rahman.

‎Kepala SD Negeri 11 Barang, Nurtini, menyambut baik kunjungan dan pendampingan tersebut. Ia menilai arahan yang diberikan menjadi masukan penting bagi sekolah dalam melakukan pembenahan dan pengembangan pembelajaran.

‎“Kami sangat mengapresiasi pendampingan yang diberikan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam penerapan Pembelajaran Mendalam, koding, dan pemanfaatan teknologi digital di sekolah,” kata Nurtini.

‎Nurtini menambahkan, sekolah akan berupaya mendorong guru agar semakin terbiasa memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses pembelajaran. Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar penggunaan perangkat, tetapi bagaimana teknologi dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik.

‎Melalui pendampingan tersebut, SD Negeri 11 Barang diharapkan semakin siap menghadirkan pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik di era digital. (Azhar)