| Kepala Dinas Pendidikan Sinjai, Irwan Suaib mengikuti kegiatan Temu Pendidik Daerah, Senin malam (31/7/2023). |
KABARPENDIDIKAN.ONLINE, SINJAI -- Badan Pengurus Kabupaten (BPK) Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Kabupaten Sinjai menggagas temu pendidik daerah secara virtual. Kegiatan tersebut dilakukan untuk membuka ruang kolaborasi berbagi praktik baik pembelajaran dari guru dan atau kepala sekolah kepada sesama profesi.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua BPK KGBN Sinjai, Takdir Kahar. Menurutnya, berbagi praktik baik pembelajaran tidak hanya dari guru atau dari kepala sekolah dalam lingkungan satu daerah.
Melainkan juga diberikan ruang untuk semua guru atau semua kepala sekolah di seluruh Indonesia. Konsep, pengalaman, wawasan dan pengetahuan serta prestasi guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia menjadi sangat penting bagi guru-guru di daerah-daerah.
"Dengan cara berbagai praktik baik ini, akan memudahkan guru dan atau kepala sekolah untuk melakukan perubahan pengembangan di sekolah masing-masing," jelasnya.
Dalam kegiatan yang digelar pada Senin malam, 31 Juli tersebut menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Sinjai, Irwan Suaib sebagai keynote speaker. Lalu, tiga narasumber turut dihadirkan.
Mereka adalah, Kepala UPTD SMP Negeri Sinjai, Syamsul Rijal, Kepala SMA Islam Athirah Makassar, Tawakkal Kahar, dan Kepala UPT SMPN 2 Rumbia, Jenponto, Dr. Suhaedir Bachtiar. Dengan mengangkat tema menggerakkan sekolah sebagai pemimpin pembelajaran
![]() |
| Kepala UPTD SMPN 1 Sinjai menjadi salah satu narasumber |
Kepala UPTD SMPN 1 Sinjai Syamsul Rijal menyebut, kegiatan temu pendidik daerah sangat baik dilakukan secara berkala. Tujuannya, agar bisa memantik para pemimpin pembelajar di setiap satuan pendidikan dengan sharing praktik baik dari kepala sekolah.
Termasuk bisa diimplementasikan di sekolah masing-masing. Selain itu dapat membuka cakrawala berfikir dan mind set para kepala sekolah terkait dengan program merdeka belajar. "Juga terkait kolaborasi bersama sangat dibutuhkan saat ini untuk pengembangan mutu pendidikan," bebernya. (iad)
